Segera Hindari, 4 Kesalahan Sepele yang Bikin Masakan Bersantan Cepat Basi
Makanan bersantan memang lebih rentan basi. Tapi, tanpa sadar 4 kesalahan sepele ini justru bikin masakan jadi cepat banget basi, lo.
TRIBUN-BALI.COM - Makanan bersantan memang lebih rentan basi.
Tapi, tanpa sadar 4 kesalahan sepele ini justru bikin masakan jadi cepat banget basi, lo.
Apa yang paling sebal kalau bikin masakan bersantan di rumah?
Tentu saja jawabannya adalah masakan bersantan sangat mudah basi sehingga tidak mudah awet.
Ya, santan dari kelapa memang tidak tahan lama, begitu juga jika sudah dicampur ke masakan.
Tapi ternyata, ada juga kebiasaan yang bikin masakan bersantan jadi lebih cepat basi, lo.
Kebiasaan ini biasanya tanpa sadar kita lakukan.
Anda juga melakukannya?
• Ramalan Zodiak Besok 9 Oktober 2020, Sagitarius Siap Berubah, Libra Tampil Apa Adanya
• Mimpi Jatuh ke Jurang, Hati-hati, Terluka Parah Menandakan Peringatan Kecelakaan dan Serangan
• Tips Membuat Lumpia agar Tidak Menyerap Minyak, Lebih Sehat dan Nikmat
1. Sering Diaduk
Ya, semakin sering diaduk, masakan bersantan jadi makin mudah basi.
Apalagi kalau setelah diaduk, masakan didiamkan saja seharian di meja makan.
Lalu gimana, dong, kan untuk mengambil kita butuh mengaduknya.
Jawabannya adalah jangan mengaduknya terlalu parah, cukup digoyang-goyang saja jika ingin diambil.
Seringnya, saat masak opor ayam misalnya, kita mencari potongan ayam yang kita ingin sampai membolak-balik seluruh opor.
Nah, kebiasaan inilah yang berbahaya.
Solusi lainya, baiknya hidangan bersantan dibagi menjadi dua mangkuk jika ingin dimakan sampai malam.
Jadi, yang diaduk hanya satu mangkuksaja.
Mangkuk lainnya aman tidak diaduk keluarga.
• Mimpi Melihat Ombak Besar Berkaitan dengan Perasaan Emosional, Apakah Airnya Jernih atau Kotor?
• Ramalan 12 Zodiak Cinta Besok 9 Oktober 2020, Aries Siap-siap Bertemu Seseorang, Libra Perlu Tegas
• Gemini Punya Bakat Beradu Akting, Leo Berbakat, 4 Zodiak Ini Diramal Sukses Jadi Artis
2. Dipanaskan Tidak Tanak Betul
Mau lebih aman lagi, setelah diaduk, hidangan bersantan ini bisa kita panaskan ulang.
Hasilnya, makanan bisa tidak cepat basi, lo.
Tapi, memanaskannya harus sampai tanak betul.
Artinya, seluruh bagian masakan bersantan sudah betul-betul kembali panas.
Kalau tidak tanak betul, yang ada makanan malah lebih cepat basi.
3. Ditutup Saat Panas
Pastikan menghilangkan uap panas sebelum menutup masakan bersantan.
Misalnya saat membuat soto betawi.
Kalau ditutup saat sedang panas-panasnya, soto akan lebih cepat basi.
Soalnya uap air yang panas akan kembali jatuh ke dalam kuah soto.
Tetesan air inilah yang membuatnya jadi cepat asam dan basi.
• 6 Zodiak Ini Terkenal Misterius & Pendiam Tapi Jadi Teman Curhat, Siapa Saja Mereka?
• Sangat Setia dan Berkomitmen, 5 Zodiak yang Kehidupan Pernikahannya Bakal Langgeng
4. Tidak Masuk Kulkas
Masakan bersantan sudah pasti harus dimasukan ke kulkas.
Baiknya lagi kalau kita tahu masakan itu misalnya tidak akan habis dimakan oleh keluarga, segera saja pisahkan sebagian.
Masukan sisa sebagian ini ke dalam kulkas atau freezer, dijamin jadi tahan lama.
Bahkan, langkah ini membuat masakan jauh lebih tahan lama ketimbang masakan santan yang sudah didiamkan seharian di meja makan baru kemudian sisanya dimasukan ke kulkas, lo.
Selamat mencoba. (*)
Tips Mudah Memasak Santan Agar Awet Berhari-hari! Rahasianya Cuma dengan 4 Langkah Ini
Masakan bersantan memang jadi favorit banyak orang.
Masak makanan bersantan biasanya butuh cara khusus.
Karena santan rawan pecah saat dimasak.
Jika sudah begitu, rasa dan tampilannya akan jadi kurang nikmat.
Ikuti cara mudah berikut ini agar masakan santan tidak pecah dan tetap awet.
Dijamin jadi tahan lama.
Yuk, langsung saja kita simak tips membuat masakan bersantan ini.
1. Pemilihan Kelapa yang Benar
Kelapa untuk santan, sebaiknya kita pilih yang usianya tua
Supaya santan yang keluar betul-betul kental dan gurih.
Hal ini jelas berpengaruh untuk kekentalan kuah yang dihasilkan.
2. Seduh Parutan Kelapa dengan Air Panas
Santan biasa untuk tambahkan rasa gurih ternyata bermanfaat bagi kesehatan
Menyeduh santan dengan air panas, membuat santan yang diperoleh lebih maksimal hasilnya.
Selain itu, santan juga jadi lebih tahan lama.
3. Jumlah Air Saat Memeras Kelapa
Penggunaan air disini ditentukan oleh kekentalan kuah yang ingin dihasilkan.
Untuk masakan yang kuahnya sedang-sedang saja kekentalannya, bisa menggunakan 1 butir kelapa dan 700-1000 ml air.
Kalau ingin mendapatkan santan yang kental, dari 1 butir kelapa bisa untuk 500 ml santan saja.
Bila air seduhan di atas 1000 ml , maka akan dihasilkan santan yang encer.
Walaupun semakin kental santan akan menghasilkan kuah yang makin gurih, namun tidak semua masakan enak menggunakan santan yang terlalu kental.
Lodeh, misalnya, lebih enak menggunaan santan yang encer.
4. Memasukkan Santan Saat Memasak
Masakan yang dibuat dengan santan kental dan dimasak dalam waktu lama, sebaiknya pada awal pemasakan menggunakan santan encer terlabih dahulu.
Hal itu supaya santan tidak pecah.
Santan yang pecah bukan saja tak enak dilihat, tetapi juga rasa gurihnya berkurang.
Santan kental dimasukkan di tahap akhir proses memasak.
Selama proses memasak masakan bersantan, selalu gunakan api kecil.
Itu dia 4 hal yang harus kita perhatikan saat memasak hidangan bersantan agar tahan lama dan santan tidak pecah saat dimasak.
Artikel ini telah tayang di Sajian Sedap Grid ID dengan judul "Catat! 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Masakan Bersantan Cepat Banget Basi! Anda Melakukannya?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/opor-ayam-bumbu-jinten.jpg)