Penanganan Covid
BREAKING NEWS - 20,78 Persen Masyarakat Bali Percaya Tidak Mungkin Terkena Covid-19
Masih banyak masyarakat yang percaya bahwa dirinya sangat tidak mungkin tertular Covid-19.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penanggulangan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, termasuk Bali, masih memiliki segudang tantangan.
Salah satunya, masih banyak masyarakat yang percaya bahwa dirinya sangat tidak mungkin tertular Covid-19.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Penangangan Covid-19, Sonny Harry Harmadi mengatakan, sebanyak 20,78 persen masyarakat Bali percaya bahwa dirinya sangat tidak mungkin tertular Covid-19.
"Seperlima kira-kira dari (keseluruhan) masyarakat Bali," kata Sonny saat menyampaikan materi dalam rapat virtual dengan Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua Satgas Penangangan Covid-19, Doni Monardo, Jumat (9/10/2020).
• Lionel Messi Bawa Argentina Menang atas Ekuador, Skor 1-0
• Ini 7 Drakor Melodrama yang Bisa Bikin Senyum-senyum Sendiri, Apa Saja Itu?
• Pakar Hukum Nilai UU Omnibus Law Cipta Kerja Cacat Karena Disahkan Saat Draf RUU Belum Final
Sonny mengatakan, besarnya angka ketidakpercayaan tertular Covid-19 ini bisa dikikis dengan edukasi secara masif kepada masyarakat.
Selanjutnya, setelah masyarakat memahami Covid-19, perlu didorong agar mereka menjalankan protokol kesehatan secara baik.
Selain itu, setiap masyarakat juga wajib mengetahui daerahnya termasuk zona merah atau tidak.
Dengan begitu, masyarakat bisa lebih berhati-hati atau bisa mempersiapkan diri lebih baik.
"Kalau kita bisa mengenali diri kita, mengenali musuh kita maka kita bisa berperang dan menang," jelasnya.
Pihaknya mengaku berupaya untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar tetap memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun.
"Intinya wajib kita menerapkan tiga M ini," tegasnya.
Menurut Sonny, jika masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan maka 95 persen beresiko untuk tertular Covid-19.
Sementara, jika sudah menerapkan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun, maka risiko tertularnya turun menjadi 15 persen.
"Jadi kita menerapkan protokol kesehatan pun masih ada risiko untuk tertular," tutur Sonny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19-di-denpasar.jpg)