Penanganan Covid
Penanganan Covid-19, Pemerintah di Bali Diminta Ubah Perilaku Masyarakat
Berdasarkan data kasus harian pada 8 Oktober 2019, jumlah kasus positif di Bali bertambah sebanyak 107 kasus
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perkembangan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Bali mendapatkan atensi dari Satuan Tugas (Satgas) Penangangan Covid-19.
Berdasarkan data kasus harian pada 8 Oktober 2020, jumlah kasus positif di Bali bertambah sebanyak 107 kasus sehingga secara kumulatif mencapai 9.759 kasus.
Kasus kumulatif ini terdiri atas kasus sembuh sebanyak 8.317 dan kasus meninggal 313 orang.
Sementara jumlah kasus aktif berada di angka 1.129 (11,6 persen).
• Sofia Kenin Singkirkan Kvitova dan Berjumpa Iga Swiatek di Final
• Anggota DPR Fraksi Gerindra Soepriyatno Meninggal Dunia Karena Covid-19
• BREAKING NEWS - 20,78 Persen Masyarakat Bali Percaya Tidak Mungkin Terkena Covid-19
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Penangangan Covid-19, Sonny Harry Harmadi mengatakan, pihaknya mencoba untuk mengubah perilaku masyarakat, yakni dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun.
Pihaknya di Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 dibantu oleh tiga subbidang, salah satunya subbidang edukasi.
Melalui subbidang ini, pihaknya melakukan perilaku melalui satuan pendidikan.
Perubahan perilaku ini dibantu oleh guru hingga dosen, dari PAUD hingga perguruan tinggi.
"Ketika sebelum kegiatan belajar mengajar, kami minta guru dan dosen menyampaikan edukasi kepada peserta didik tentang Covid-19 dan upaya pencegahannya," kata dia.
Hal ini Sonny sampaikan saat rapat secara virtual dengan Gubernur Bali, Wayan Koster; Ketua Satgas Penangangan Covid-19, Doni Monardo dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Jumat (9/10/2020).
Sonny menuturkan, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Ainun Na'im telah mengirimkan surat kepada Gubernur dan para Bupati.
Surat itu dirikirim guna memohon dukungan dari pemerintah daerah agar Dinas Pendidikan mengingatkan kembali kepada sekolah yang ada di Bali untuk melaksanakan tugas tersebut.
Kemudian yang kedua, Sonny juga dibantu oleh subbidang sosialisasi yang dilakukan melalui para petugas lapangan.
Petugas lapangan itu meliputi pendamping desa, penyuluh KB, pendamping PKH hingga penyuluh pertanian.
"Kita gerakkan (mereka) untuk masuk ke keluarga memberikan sosialisasi dan edukasi tentang perubahan perilaku, tentang 3M," jelasnya.
Kemudian pada subbidang terakhir, yakni mitigasi, pihaknya mencoba masuk melalui kelompok penggerak.
Kelompok penggerak ini akan dibentuk di RT/RW yang bertugas mengedukasi dan mengawasi kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.
Kelompok penggerak ini khusus dibentuk pada daerah-daerah yang memiliki penerapan protokol kesehatan yang rendah.
Maka dari itu, Sonny memohon dukungan dari pemerintah daerah, khususnya di Bali, terhadap tiga hal tersebut sehingga secara bersama-sama bisa menangani Covid-19 melalui perubahan perilaku.
"Masih 20,78 persen masyarakat Bali yang yakin dirinya tidak tertular Covid-19," tegas Sonny. (*).
Catatan Redaksi: Mari cegah dan perangi persebaran Covid-19. Tribun Bali mengajak seluruh Tribunners untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat Pesan Ibu: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/operasi-yustisi-penerapan-disiplin-dan-penegakan-hukum-protokol-kesehatan.jpg)