Penanganan Covid
Datangi Rumah Jabatan Gubernur Koster, Doni Monardo Ungkap Data Dan Penanganan Covid-19 di Bali
Apalagi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini masih ada masyarakat yang menganggap dirinya tidak mungkin terpapar Covid-19.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap 10 provinsi di Indonesia dalam penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), salah satunya Bali.
Sepuluh provinsi mendapat perhatian khusus karena kasus Covid-19 mengalami lonjakan yang tinggi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo saat rapat bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan pemangku kepentingan lainnya di rumah jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Jumat (9/10/2020).
Doni mengatakan, pemerintah pusat melalui Satgas melakukan berbagai upaya untuk mendukung penuh sejumlah provinsi yang kasusnya meningkat termasuk Bali.
Apalagi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini masih ada masyarakat yang menganggap dirinya tidak mungkin terpapar Covid-19.
Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu memaparkan, jumlah masyarakat yang percaya tidak mungkin terkena Covid-19 mencapai 17 persen atau hampir 45 juta orang secara nasional.
Di Bali 20,78 persen masyarakatnya merasa tidak mungkin terpapar Covid-19.
"Ini adalah angka yang sangat besar dan untuk itu langkah dan upaya untuk memutus mata rantai ini harus ditingkatkan lagi,” kata Doni Monardo.
Menurut dia, sosialisasi disiplin protokol kesehatan (prokes) harus menjadi prioritas setiap kepala daerah.
Sosialisasi dilakukan baik melalui media massa atau media sosial.
Satgas, kata dia, telah bekerja sama dengan Dewan Pers dan sejumlah media di tanah air untuk mendukung dan mengisi program demi mengubah perilaku masyarakat.
"Penyampaian informasi sesuai kearifan lokal, dengan bahasa setempat juga tak kalah penting. Karena pemahaman yang kurang akan berbahaya, tentang apa itu new normal, apa itu sosial distancing dan lainnya,” katanya.
Doni Monardo mengingatkan, Covid-19 sangat berbahaya karena ditularkan manusia ke manusia.
Apalagi orang yang kemungkinan besar menularkan adalah orang terdekat, seperti keluarga, kerabat, teman. Oleh karena itu, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak (3M) adalah prioritas.
Doni Monardo mengingatkan, sampai saat ini belum ada vaksin untuk Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rapat-virtual-ketua-satgas-penanganan-covid-19-doni-monardo-bersama-gubernur-bali.jpg)