Demo Mahasiswa Unud Digiring ke Isu SARA, Ketua BEM Unud Angkat Bicara
Dewa Gede Satya Ranasika Kusuma menyayangkan aksi Bali Tidak Diam yang malah digiring ke isu SARA oleh pihak kepolisian
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud), Dewa Gede Satya Ranasika Kusuma menyayangkan aksi Bali Tidak Diam yang malah digiring ke isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) oleh pihak kepolisian.
Dewa Satya menilai, narasi-narasi yang disampaikan polisi ke awak media saat demo kemarin terkesan bahwa aksi tersebut dibuat ricuh oleh orang non lokal Bali.
"Sebenarnya bukan tentang warga non lokal dan warga lokal, ini adalah massa yang berbaur antara warga lokal, dan non lokal, yang mana pada intinya, masyarakat Bali yang tergabung untuk menolak UU Cipta Kerja," kata Dewa Satya dalam konferensi Pers Aliansi Bali Tidak Diam yang digelar di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali, Jumat (9/10/2020) sore.
Dewa Satya menegaskan, bahwa aksi yang mereka gelar kemarin murni untuk kepentingan rakyat yang ingin menyampaikan aspirasinya menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law.
• Lontarkan Pernyataan Pedas, Jon Jones Sebut Israel Adesanya Cuma Seperti Anjing Kecil
• Jumat Peduli, Bupati Artha Kembali Sambangi Warga Sakit
• LBH Bali : UU Cipta Kerja Ancam Hak Masyarat Adat & Berpotensi Perusakan Lingkungan
"Dimana dalam aliansi kami, unsur yang terlibat dari berbagai macam elemen, ada dari masyarakat, dan mahasiswa dari berbagai universitas baik negeri dan swasta yang ada di Bali, organisasi buruh, dan serikat pekerja," tegas Dewa Satya.
Dewa Satya tak habis pikir kenapa isu warga lokal non lokal diangkat dijadikan narasi utama saat wawancara aparat kepolisian dengan awak media.
"Yang mana narasi itu disampaikan oleh aparat dalam wawancaranya. Padahal sebenarnya isu-isu SARA seperti ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan gerakan. Maka dari itu, kami tegaskan, aksi kami tidak ada ditunggangi, tapi murni ditunggangi oleh kepentingan rakyat," ucap Dewa Satya
Sementara itu, Pendamping Hukum Aliansi Bali Tidak Diam, Kadek Vany Primaliraning mengklarifikasi atas tuduhan masyarakat yang mengatakan bahwa kebanyakan masyarakat atau mahasiswa yang demo kemarin hanya ikut-ikutan.
"Jadi kalau ada yang bilang masyarakat bahwa banyak yang ikut-ikutan. Jadi kami menjelaskan bahwa mereka sudah paham secara substansi apa yang mereka suarakan," kata Vany.(*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dewa-gede-satya-ranasika-saat-menggelar-konferensi-pers.jpg)