Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kerusakan Jaringan Pipa Transmisi, 8.000 Pelanggan PDAM Terdampak di Bangli

Meesin pompa air tertimbun tanah longsor dari tebing di sekitarnya, sehingga mengakibatkan gangguan pelayanan air bersih bagi warga Kota Bangli

Tayang:
istimewa/pdam bangli
Perbaikan - Sejumlah pekerja PDAM Bangli ketika melakukan perbaikan di sumber mata air Cingang dan sumber mata air Arca. Minggu (11/10) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M Fredey Mercury

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat (9/10/2020) hingga Sabtu (10/10/2020) kemarin berdampak pada pipa transmisi PDAM Bangli.

Kondisi tersebut berimbas pada kebutuhan air bersih ribuan pelanggan yang ada di dua kecamatan.

Kepala PDAM Bangli, Dewa Gede Retno Suparso Mesi, Minggu (11/10/2020) membenarkan bahwa pihaknya sangat terdampak akibat hujan deras selama dua hari itu.

Berdasarkan pendataan, setidaknya terdapat delapan titik jaringan pipa transmisi yang terdampak longsor akibat derasnya air hujan.

“Delapan titik itu paling banyak di Kecamatan Bangli. Selain itu juga ada jaringan pipa transmisi di sumber mata air Songlandak yang terdampak, sehingga menyebabkan gangguan pelayanan air bersih bagi warga Desa Demulih dan Desa Abuan,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Dewa Rono itu mengatakan, dampak musibah yang paling fatal yakni di sumber mata air Arca.

Mesin pompa air tertimbun tanah longsor dari tebing di sekitarnya, sehingga mengakibatkan gangguan pelayanan air bersih bagi warga Kota Bangli.

Ia menyebut total ada sekitar 8 ribu pelanggan PDAM yang terdampak akibat kerusakan jaringan pipa transmisi ini.

Selain pelanggan di wilayah Kota Bangli, pelanggan di wilayah Banjar Petak, Banjar Jelekungkang, Kelurahan Kubu, Penglipuran, Tegal Suci juga ikut terdampak.

“Kalau di Susut wilayah Demulih total kena (imbas), begitupun wilayah Desa Abuan juga terimbas. Sedangkan di wilayah Kecamatan Tembuku dan Kintamani astungkara tidak ada dampak,” ungkapnya.

Disinggung soal kontribusi air bersih dari PDAM Bangli, Dewa Rono mengaku akan melakukannya apabila hingga dua hari mendatang pihaknya belum bisa melakukan upaya perbaikan.

Terlebih diakui bahwa pihaknya kendala armada tanki air.

Oleh sebab itu, lanjut Dewa Rono, dari delapan titik yang terdampak pihaknya menargetkan empat titik selesai hari ini. Sementara perbaikan di empat titik lainnya diupayakan hari Senin (12/10/2020).

Terlebih salah satu titik, yakni jaringan transmisi di wilayah Dusun Cingang, Desa Kayubihi, diakui Dewa Rono kondisi tanah di sekitar masih labil dan rawan longsor susulan.

Sehingga pihaknya belum berani melakukan perbaikan.

“Kami masih menunggu sampai besok, bagaimana situasinya. Untuk upaya perbaikan, saat ini kami telah melakukan perbaikan di sumber mata air Arca. Astungkara malam ini sudah lancar airnya. Sedangkan mengenai target, hari ini empat titik bisa diperbaiki. Semoga besok semua titik sudah clear,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved