Prancis vs Portugal Live di Mola TV, Motivasi Tinggi Ronaldo & Ambisi Pecahkan Rekor Pemain Iran Ini
Empat tahun lalu dalam final Piala Eropa 2016 di Stade de France, Saint-Denis, Cristiano Ronaldo menangis tersedu-sedu setelah ditarik keluar
TRIBUN-BALI.COM, -- Empat tahun lalu dalam final Piala Eropa 2016 di Stade de France, Saint-Denis, Cristiano Ronaldo menangis tersedu-sedu setelah ditarik keluar karena cedera pada menit ke-25.
Dengan kaki pincang dibalut gips dan bertumpu tongkat, Ronaldo berdiri di pinggir lapangan.
Bak seorang pelatih dia menyemangati rekan-rekannya. Hasil akhirnya membahagiakan.
Portugal sukses mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 untuk meraih juara Piala Eropa.
Empat tahun berlalu.
Minggu (11/10) malam atau Senin (12/10) dini hari nanti, Ronaldo akan menyambangi Stade de France kembali saat Portugal menantang Prancis dalam pekan ketiga grup 3A Nations League.
Banyak yang berubah dalam periode empat tahun.
Prancis semakin kuat di berbagai sektor hingga mereka dengan relatif mudah menjuarai Piala Dunia 2018 Rusia.
Kylian Mbappe muncul jadi bintang baru di Les Bleus.
Saat Piala Eropa 2016 digelar di negaranya, dia baru berusia 17 tahunan, dan masih sibuk meniti karier di AS Monaco, sebelum pindah ke Paris Saint Germain dan melesat jadi pemain kelas dunia.
Kylian Mbappe digadang-gadang sebagai calon pemain bintang pengganti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
"Dengan fakta bahwa Messi, dan Ronaldo sudah makin berumur. Saat ini ada ruang kosong untuk pemain bintang baru. Saya pikir Mbappe dan Neymar pantas menempati ruang kosong itu," kata legenda Prancis, Michale Platini.
Di Saint Dennis dini hari nanti, Ronaldo punya peluang menunjukkan kepada Platini, kepada Mbappe, dan juga kepada dunia bahwa dirinya masih sangat tajam.
Bahkan mungkin lebih tajam dari saat berusia 31 tahun ketika dia mentas di final Piala Eropa 2016.
Fakta menunjukkan, makin bertambah umur, Ronaldo memang makin berbahaya.