Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pura di Bali

Bertujuan Nunas Tamba, Banyak Pejabat Datangi Pura Maospahit Tatasan

Ada banyak pelinggih di tengah pura, seperti pelinggih Ratu Muter, Ratu Biang, Serulun Payang, hingga Gedong Ratu Gede.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Suasana Pura Maospahit Tatasan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Cagar budaya nasional, Pura Maospahit, menyimpan banyak misteri dan kekayaan budaya yang kaya akan sejarah.

Satu diantaranya, adalah banyak orang yang kerap nunas tamba atau meminta obat dan rezeki di pura ini.

Berdasarkan penelusuran Tribun Bali, pura ini menyimpan banyak peninggalan saksi sejarah. Sehingga menjadi cagar budaya nasional.

Ada banyak pelinggih di tengah pura, seperti pelinggih Ratu Muter, Ratu Biang, Serulun Payang, hingga Gedong Ratu Gede.

Baca juga: Soal Rencana Kembali TC ke Singaraja, Ini Penegasan Pelatih Bali United Teco

Baca juga: Pastikan Sarana Distribusi Energi Beroperasi Optimal, Direksi Pertamina Tinjau Lapangan

Baca juga: Pilkel Serentak di Badung Akan Dilaksanakan 7 Februari 2021

Ada pula gedong khusus, tempat Ida Ratu Ayu Sapuh Jagat Candra Geni Tatasan. Berupa bangunan terpisah yang tertutup.

Jro Mangku Ketut Rendo, menjelaskan di sesuhunan Ratu Ayu Sapuh Jagat Candra Geni ini, banyak yang meminta bantuan dan tamba.

“Banyak yang datang, pejabat juga banyak nunas tamba. Ada yang meminta sembuh, ada yang mau kuliah, ada yang meminta ini itu,” katanya kepada Tribun Bali, Minggu (18/10/2020).

Pemangku berusia 90an ini, terlihat berusaha mengingat-ingat karena sudah lanjut usia.

Ia mengatakan, banyak yang doa dan permintaannya dikabulkan oleh Ratu Ayu Sapuh Jagat Candra Geni.

Namun ada juga beberapa yang belum berjodoh, dan belum terkabul apa yang diinginkannya.

 “Artinya beliau (bhatara) sangat baik dan royal pada dasarnya,” jelasnya.

Bahkan ada pamedek suami-istri, yang pernah datang dan memohon anak ke sana.

“Mereka sampai makemit (menginap) di pura. Dan akhirnya mereka mendapatkan keturunan,” jelasnya bahagia.

 Intinya, saat meminta doakan saja dengan tulus ikhlas pada pelinggih di sana. Sehingga apa yang diinginkan bisa didapatkan.

Baca juga: Tabanan Kebagian Hibah Rp 7,4 Miliar dari Pusat, 70 Persen untuk Industri Pariwisata

Baca juga: Tak Hanya Crash Landing on You, Drama Korea Ini Juga Angkat Kisah Korea Utara dan Korea Selatan

Baca juga: Selama 10 Tahun Suami Kerap Lakukan ini saat Istrinya Tertidur Lelap, Anak Tiri ini hanya Berpasrah

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved