Liga Champions
Prediksi dan Jadwal Pertandingan Grup E Liga Champions, Beban Berat Chelsea
Kai Havertz yang ditebus Chelsea senilai 80 juta euro dari Bayer Leverkusen, merupakan pembelian termahal
TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 247,2 juta euro adalah total dana yang digelontorkan Chelsea untuk memperkuat skuatnya dalam bursa transfer musim panas 2020/21, membuat The Blues tercatat sebagai klub paling royal berbelanja di seantero Eropa.
Kai Havertz yang ditebus Chelsea senilai 80 juta euro dari Bayer Leverkusen, merupakan pembelian termahal dalam seluruh aktivitas bursa transfer musim panas 2020/21.
Selain itu masih ada dua nama lain yang merupakan pembelian Chelsea dalam 10 transfer termahal musim panas 2020, yakni Timo Werner (53 juta euro dari RB Leipzig) dan Ben Chilwell (50,2 juta euro dari Leicester City).
Maka ketika undian Liga Champions 2020/21 menempatkan mereka di Grup E bersama Sevilla, Rennes dan Krasnodar, Chelsea praktis dibebankan pada keharusan membuktikan belanjar jor-joran itu mendatangkan hasil yang sepadan di atas lapangan.
Baca juga: 20 Tahun Terpisah sejak Kerusuhan Ambon, Dua Gadis Kembar ini Dipertemukan via Aplikasi TikTok
Baca juga: Ramalan Zodiak Keuangan 20 Oktober 2020: Leo Kehilangan Uang, Keuntungan Tak Terduga untuk Aquarius
Baca juga: Anak Dapat Bantuan Ponsel, Orangtua Malah Menggadaikannya, Wali Kota Solo Lapor Polisi
Lebih tepatnya, beban itu berada di pundak sang manajer, Frank Lampard.
Terlebih lagi, di musim perdananya, Lampard tergolong sukses mengantarkan Chelsea --yang tengah menjalani sanksi larangan transfer-- ke peringkat keempat Liga Premier dan runner-up Piala FA.
Jika gagal meraih hasil memuaskan di Liga Champions, status Lampard sebagai legenda hidup klub bukanlah mata uang yang berlaku di Chelsea-nya Roman Abramovich.
Tanya Roberto Di Matteo misalnya, sukses membantu Chelsea juara Liga Champions 2011/12 untuk mendapatkan kontrak permanen berdurasi dua tahun, tetapi hanya lima bulan saja kontrak itu dipatuhi sebelum ia didepak sang taipan.
Oleh karena itu, Lampard harus bisa membawa Chelsea lebih jauh dari sekadar babak 16 besar, seperti yang terjadi dalam Liga Champions musim lalu.
Hitung-hitungan kasarnya adalah, jika Chelsea yang hanya bertumpu pada Tammy Abraham sebagai ujung tombak utama musim lalu mampu mencapai 16 besar.
Seharusnya The Blues yang sudah diperkuat Werner, Havertz dan Ziyech bisa mencapai jarak yang lebih jauh lagi.
Di atas kertas, Chelsea seharusnya bisa melenggang ke babak 16 besar, mengingat Sevilla boleh dianggap sebagai satu-satunya lawan berat di Grup E.
Sevilla punya kesempatan untuk kesekian kalinya guna membuktikan mereka bukan sekadar jagoan kompetisi kasta kedua Eropa.
Julen Lopetegui beberapa bulan lalu menahbiskan Sevilla sebagai tim tersukses di kompetisi kasta kedua Eropa dengan meraih trofi Liga Europa keenam mereka.
Tapi Sevilla bukan semata-mata tiba di Liga Champions sebagai hadiah juara Liga Europa, mereka memang sudah berhak dari keberhasilannya menempati empat besar Liga Spanyol musim lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kai-havertz-67.jpg)