Breaking News:

Imam Besar Masjid Istiqlal Sebut Kalau Ada yang Bilang Covid-19 Tidak Ada, Pembodohan Publik

Ia menyebut bahwa pihak yang menyatakan bahwa virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 itu tidak ada adalah bagian dari pembodohan publik.

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, memberi keterangan kepada pers seusai jumpa pers Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1439 H, Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (14/6/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menegaskan, wabah virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) benar-benar terjadi di Indonesia.

Ia menyebut bahwa pihak yang menyatakan bahwa virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 itu tidak ada adalah bagian dari pembodohan publik.

"Pandemi itu ada. Virus (corona) juga ada," kata Nasaruddin dalam talk show BNPB 'Santri Sehat Indonesia Kuat' secara virtual, Kamis (22/10/2020).

"Nah, kalau kita mengatakan, tidak ada, itu melakukan pembodohan masyarakat, itu berbahaya," lanjut dia.

Baca juga: Dianggap Imam Besar di Indonesia, Massa FPI Siap Jemput Paksa Jika Rizieq Shihab Ditahan!

Nasaruddin pun mengisahkan wabah virus sudah ditulis dalam Al Quran melalui kisah-kisah nabi.

Menurut Nasaruddin, dalam kisah-kisah nabi terkait wabah virus, masyarakat ketika itu diminta untuk mengantisipasi penularan.

"Kita harus beranjak dari fakta, Al Quran juga sendiri menceritakan pandemi, pandemi paling besar," ujar dia.

"Nabi juga mengatakan, kalau berkembang virus di satu tempat jangan masuk ke tempat itu. Jadi protokol kesehatan Nabi ini sangat luar biasa. mendahului waktunya," sambung dia.

Baca juga: Masjid Istiqlal Disebutkan Menteri Agama Tidak Menggelar Sholat Idul Adha 1441 H, Ini Penyebabnya

Baca juga: Pengurus Baru DMI Denpasar Bentuk Satgas Covid-19 di Masjid dan Musala

Lebih lanjut, Nasaruddin mengimbau, masyarakat tidak menyepelekan wabah virus yang tengah melanda Tanah Air.

Selain itu, Nasaruddin Umar meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

"Jadi, kita harus mencontoh apa yang telah dilakukan Nabi, kita tidak boleh mengingkari kenyatakan virus itu ada," pungkas dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Nasaruddin Umar: Kalau Ada yang Bilang Covid-19 Tidak Ada, Pembodohan Publik, https://nasional.kompas.com/read/2020/10/22/12301311/nasaruddin-umar-kalau-ada-yang-bilang-covid-19-tidak-ada-pembodohan-publik.

Editor: Kambali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved