Breaking News:

Penanganan Covid

Pengurus Baru DMI Denpasar Bentuk Satgas Covid-19 di Masjid dan Musala

Demi memutus penyebaran Covid-19, Ketua DMI Kota Denpasar yang baru terpilih menginstruksikan membentuk Satgas Covid-19 di setiap masjid dan musala

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pimpinan Daerah (PD) DMI Kota Denpasar periode 2020-2025 di Quest San Hotel, Denpasar, Bali pada Minggu (4/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Demi memutus rantai penyebaran Covid-19, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar yang baru terpilih menginstruksikan membentuk Satgas Covid-19 di setiap masjid dan musala seluruh Denpasar.

Setelah pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pimpinan Daerah (PD) DMI Kota Denpasar periode 2020-2025, di Denpasar, Bali, Minggu (4/10/2020), Mardi Soemitro selaku PD DMI Kota Denpasar sudah menyiapkan regulasi dalam penanganan Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan (prokes), salah satunya dengan membentuk Satgas.

"Tentunya, masjid dan musala seluruh Kota Denpasar ini cukup serius menerapkan protokoler di masa pandemi Covid-19. Kami pun tunjukkan dengan membentuk satgas di setiap masjid dan musala," ujar Mardi Soemitro seusai acara.

Lebih lanjut ia menjelaskan, masjid dan musala yang ada di Kota Denpasar diketahui sebanyak 182 dengan persentase 90 persennya kebanyakan musala.

Dimana dari 182 masjid dan musala ini, semuanya telah terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag), untuk selanjutnya diminta membentuk Satgas Covid-19.

Hal ini dilakukan untuk menjalankan protokol kesehatan yang telah berlaku, terutama saat para jemaah menjalankan salat lima waktu dan salat Jum'at serta kegiatan lainnya.

"Nantinya kami cukup ketat, mulai saat shaf salat dengan social distancing satu meter dan wajib memakai masker. Bahkan di musala wajib bawa sajadah sendiri," lanjutnya.

Jepun’s Sunday Market di Denpasar, Hadirkan Usaha Baru yang Lahir Saat Pandemi Covid-19

Desa Adat Dukuh Penaban Terapkan Pararem untuk Cegah Covid-19

"Untuk lantai masjid dan musala, tiga kali sehari dibersihkan. Kami juga siapkan thermogan dan hand sanitizer serta lainnya. Kami sangat ketat dan ketika jemaah ada yang tidak mengikuti, diminta salat di rumah," ucap Mardi Soemitro.

Pimpinan DMI Kota Denpasar yang menjabat selama lima tahun ke depan ini, mengaku membatasi kapasitas jemaah melakukan ibadah di masjid hanya 30 persen selama pandemi Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved