Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Objek Wisata Remaja Bukit Jati Gianyar Terbengkalai, Kondisi Bale Bengong Rusak Parah

Objek Wisata Remaja Bukit Jati milik Pemkab Gianyar saat ini kondisinya memprihatinkan

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Kondisi Objek Wisata Remaja Bukit Jati, Kelurahan Samplangan, Gianyar, Kamis (22/10/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Objek Wisata Remaja Bukit Jati, Kelurahan Samplangan, Gianyar, Bali milik Pemkab Gianyar saat ini kondisinya memprihatinkan.

Fasilitas pada objek wisata tersebut banyak yang rusak, dan lingkungannya pun kotor, baik karena sampah plastik dari pengunjung tak bertanggung jawab hingga tumpukan dedaunan.

Pantauan Tribun Bali, Kamis (22/10/2020), pada sisi Timur sampah dedaunan menumpuk.

Sementara, bale bengong atau gazebo yang terdapat di sana kondisinya rusak parah, mulai dari atapnya yang telah rontok, alas duduknya juga telah keropos akibat dimakan rayap dan guyuran hujan.

Baca juga: Dua Bekas Anggota Tim Mawar Kini Resmi Berpangkat Mayjen TNI AD, Ini Sosoknya

Baca juga: BHA Ajak Wisatawan Bertanggungjawab Terapkan Prokes Selama Liburan di Bali

Baca juga: Pernikahan Kakek 71 Tahun dan Gadis 18 Tahun, Resepsi Mewah, Seserahan Barang Mahal

Tak jauh dari situ, di objek seluas empat hektare ini juga terdapat bale serba guna, yang kondisinya hampir mirip dengan bale bengong tersebut.

Sementara, areal taman yang rencananya untuk memperindah objek wisata ini justru menimbulkan kesan seram.

Menurut seorang warga yang enggan disebutkan namanya, objek wisata tersebut memang tidak terurus sejak lama.

Dia pun menyebut yang datang ke sana bukan remaja, tetapi sering dikunjungi orang tua berselingkuh.

"Taman remaja tapi yang datang orang tua, biasanya ketemuan sama selingkuhan," ujarnya lalu tertawa.

Tak hanya itu, tempat yang diharapkan memberikan kesan keceriaan, justru memberikan kesan suram.

Bahkan saat malam hari, masyarakat takut melintas ke sana, karena penerangan minim, ditambah lagi dengan pepohonan tinggi.

"Kalau malam kesannya seram. Kami berharap pemerintah mengelola tempat ini. Kasihan kalau terbengkalai. Kalau ditata, penataannya juga hanya perlu penataan sedikit saja. Hanya pembersih dan mengganti gazebo dan memperbaiki bale serbaguna," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan tak menampik, objek wisata remaja tersebut kondisinya memprihatinkan.

"Ya, ada atapnya yang sudah mau jatuh, dan bangunan lain mengalami kerusakan. Tahun 2021 rencana ada penataan, anggarannya sudah dipasang di APBD Induk 2021, terutama perbaikan atap bangunan," ujarnya.

Pihaknya belum bisa melakukan penataan secara total karena keterbatasan anggaran akibat pandemi.

"Perbaikannya bertahap karena terbentur anggaran," ujarnya. (*).

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved