Berita Gianyar
Hama Tikus Masih Jadi Momok Petani Gianyar Bali, PPL Gencarkan Pembasmian Serentak
Setiap desa setidaknya memiliki satu PPL, sementara di masing-masing kecamatan terdapat satu koordinator penyuluh.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Serangan hama tikus masih menjadi ancaman serius bagi lahan pertanian di Kabupaten Gianyar, Bali.
Untuk menekan dampaknya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terus menggencarkan pendampingan dan pembasmian serentak bersama petani di berbagai wilayah.
Penyuluh Pertanian Lapangan di Gianyar saat ini membina sedikitnya 522 subak air dan 51 subak abian yang tersebar di tujuh kecamatan.
Selain mendampingi petani tanaman padi dan palawija, PPL juga melakukan pembinaan kepada peternak sapi, babi, hingga unggas.
Baca juga: Jaga Kemurnian Alam Bali, Warga Kanada Ini Lepas Burung Hantu Atasi Hama Tikus
Kepala Tim Kerja PPL Gianyar, I Made Geben, Kamis 21 Mei 2026 menjelaskan, persoalan utama yang masih kerap dihadapi petani adalah serangan hama tikus yang menyerang areal persawahan maupun kebun.
Menurutnya, tikus banyak berkembang biak di tumpukan sampah, material bekas, hingga bangunan tidak terpakai yang berada di sekitar lahan pertanian.
“Pada onggokan material bekas, sampah atau tumpukan sampah kebun di sekitar kebun juga sering didapati tempat bersarangnya tikus. Kami sering upayakan pembasmian serentak bersama petani,” ujarnya.
Selain tikus, petani juga menghadapi serangan walang sangit dan penyakit daun bercak kering atau kresek yang menyerang tanaman padi, jagung, dan palawija lainnya.
Penyakit tersebut menyebabkan daun mengering, pertumbuhan tanaman terhambat, hingga produksi pertanian menurun drastis.
Untuk mengatasi persoalan itu, PPL mendorong petani melakukan penyemprotan pestisida secara serentak agar hama tidak berpindah ke lahan lain.
“Kalau tidak serentak, hama akan berpindah dan datang lagi,” jelasnya.
Meski demikian, Geben menyebut serangan hama pada tahun 2026 masih berada pada batas ambang wajar dan belum separah siklus tahun-tahun sebelumnya yang sempat menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah.
Di Kabupaten Gianyar sendiri, jumlah tenaga PPL saat ini tercatat sebanyak 42 orang. Dengan jumlah tersebut, para penyuluh tetap berupaya memaksimalkan pendampingan di lapangan.
Setiap desa setidaknya memiliki satu PPL, sementara di masing-masing kecamatan terdapat satu koordinator penyuluh.
“Kalau bicara ideal, memang belum ideal dari sisi jumlah tenaga PPL. Namun dengan SDM yang ada, kami masih bisa melakukan pendampingan secara maksimal. Beruntung PPL di Gianyar sekarang muda-muda dan energik,” tandasnya. (*)
Kumpulan Artikel Gianyar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Edukasi-Tim-PPL-Gianyar-saat-memberikan-edukasi-pada-petani-dalam-menghadapi-hama.jpg)