Berita Gianyar
Jalan Rusak Gianyar Disorot, Ketua DPRD Singgung “Pohon Pisang Politik”
Polemik jalan rusak di Kabupaten Gianyar, Bali terus menjadi sorotan masyarakat di media sosial.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Polemik jalan rusak di Kabupaten Gianyar, Bali terus menjadi sorotan masyarakat di media sosial.
Di tengah kritik yang bermunculan, Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana akhirnya angkat bicara dan meminta publik melihat persoalan tersebut secara menyeluruh, mulai dari kemampuan anggaran hingga proses administrasi pembangunan.
Ditemui Senin 18 Mei 2026, Sudarsana menegaskan dirinya tidak sedang membela pihak tertentu.
Namun, ia mengajak masyarakat memahami bahwa penanganan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara instan.
Baca juga: Bertengkar Dengan Pacar, Penghuni Kos Di Gianyar Bali Hubungi 112, Polisi Langsung Turun Tangan
Menurutnya, anggaran perbaikan jalan di Gianyar selama ini berkisar Rp100 miliar hingga Rp150 miliar per tahun, dan di tahun 2026 ini dianggarkan Rp200 miliar.
Dia menilai, anggaran tersebut jauh lebih tinggi dari anggaran kabupaten lain di Bali.
Karena itu, iapun menilai kondisi jalan di Gianyar masih lebih baik dibanding sejumlah daerah lain.
“Masak dengan anggaran segitu, jalan kabupaten dan jalan lingkungan di Gianyar lebih jelek dari kabupaten lain?” ujarnya.
Ia menilai derasnya kritik terhadap kerusakan jalan tidak lepas dari tingginya dinamika pembangunan di Gianyar.
Baca juga: 21 Jam Kandas di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, KMP Samudera Utama Akhirnya Kembali Beroperasi
Bahkan, Sudarsana menyindir aksi penanaman pohon pisang di jalan rusak yang sempat viral di media sosial tersebut berbau politik, yang ingin mencederai pencapaian Bupati Gianyar, I Made Mahayastra.
Ia pun meyakini, jika Bupati Gianyar, I Made Mahayastra bekerja biasa-biasa saja, kritikan di medsos tidak seramai seperti sekarang ini.
Namun jika hanya bekerja biasa-biasa saja, maka pembangunan dan perkembangan Gianyar tidak akan sebagus seperti sekarang ini.
“Logikanya, tidak mungkin orang tanpa kepentingan membawa pohon pisang lalu ditanam di jalan untuk diviralkan di medsos,” sindirnya.
Baca juga: DLHK Badung Pastikan Pengadaan RDF Tetap Jalan, Ditarget Mulai Beroperasi Juli 2026 Mendatang
Meski demikian, Sudarsana mengakui kondisi jalan rusak tetap menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Ia menyebut anggaran perbaikan sebenarnya sudah tersedia, namun pengerjaan fisik masih menunggu proses administrasi dan tender proyek.
“Sekarang masih proses lelang. Juni-Juli mungkin sudah mulai realisasi di lapangan. Harapan kami September-Oktober mulai kelihatan kerja perbaikan jalan,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Gianyar-I-Ketut-Sudarsana-5896.jpg)