Breaking News:

Penanganan Covid

Serius Tangani Pandemi Covid-19 di Tanah Air, Jokowi Habiskan Rp 695 Triliun

Dalam kurun waktu delapan bulan hingga saat ini, pemerintah telah menaikkan anggaran untuk penanganan Covid-19 yang mulanya Rp 677,2 triliun menjadi

Editor: Ady Sucipto
SHUTTERSTOCK/LIGHTSPRING
Ilustrasi resesi akibat pandemi virus corona. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Serius dalam penanganan pandemi Virus Corona (Covid-19) di Tanah Air, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan dana cukup besar. 

Dalam kurun waktu delapan bulan hingga saat ini, pemerintah telah menaikkan anggaran untuk penanganan Covid-19 yang mulanya Rp 677,2 triliun menjadi Rp 695,2 triliun. 

Alokasi anggaran ini diperuntukkan untuk penanganan dari sisi kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM dan dunia usaha, serta pemerintahan daerah, Rp 87,5 triliun difokuskan untuk sisi kesehatan, Rp 203,9 untuk perlindungan sosial, Rp 120,61 triliun untuk insentif usaha, Rp 123,46 triliun untuk UMKM, Rp 106,11 triliun untuk sektoral kementerian, lembaga dan pemerintahan daerah.

Baca juga: Presiden Jokowi Unboxing Sneaker Sang Sekerta Lohita, Ini Harganya

Baca juga: Daftar Nama 12 Duta Besar yang Hari ini Dilantik Presiden Jokowi

Baca juga: Jokowi Buka Suara Alasan RUU Cipta Kerja Dikebut di Tengah Pandemi

Sementara Rp 53,57 triliun sisanya untuk pembiayaan koorporasi.

Hal ini terangkum dalam laporan satu tahun kepemimpinan Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Maruf Amin.

Laporan itu dibuat oleh Presiden Jokowi, berupa Pelaporan Tahunan 2020, 'Bangkit untuk Indonesia Maju'.

"Jadi dengan model kolaboratif ini presiden memakai wewenang beliau untuk menurunkan dana sebanyak Rp 695,20 triliun untuk menghadapi Covid-19 saja. Dan tentu hampir Rp 2.000 triliun lebih di APBN untuk keperluan Indonesia maju," ucap Fadjroel Rachman dalam Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin, Senin (26/10).

Dalam laporannya Jokowi meminta agar masyarakat harus memanfaatkan situasi Covid-19 untuk berinovasi, membuat kolaborasi, kemudian juga membuat kegiatan yang semuanya bersifat positif dan produktif.

Situasi Covid-19 harus dimanfaatkan untuk mewujudkan Indonesia maju. 

"Dalam momentum pandemi selalu ada dua krisis, satu bahaya, satu peluang. Presiden mengatakan waspada terhadap peluang, tetapi manfaatkan, bajak kesempatan tersebut untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk kita semua," jelas Fadjroel.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved