Breaking News:

Spesialis Pencuri Kos di Buleleng Ditangkap Polisi

Aparat kepolisian sektor Kota Singaraja, meringkus spesialis pencuri di kos-kosan, Imam Rafli (18)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto: Polisi menunjukkan tersangka Rafli, spesialis pencuri kos-kosan di wilayah Kota Singaraja beserta barang bukti sejumlah ponsel hasil curiannya, pada Jumat (30/10/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Aparat kepolisian sektor Kota Singaraja, meringkus Imam Rafli (18), spesialis pencuri di kos-kosan.

Diperkirakan, sudah ada puluhan kos-kosan yang pernah di bobol oleh pria asal Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, Bali tersebut.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol I Made Santika ditemui Jumat (30/10/2020) mengatakan, pencurian ini terakhir dilakukan oleh tersangka Imam, pada Rabu (30/9/2020) dini hari lalu, di sebuah rumah kos yang terletak di Jalan Ratna, Kelurahan Banyuasri.

Dari aksi tersebut, pria putus sekolah ini berhasil membawa kabur empat unit ponsel, serta satu unit speaker aktif dengan total nilai mencapai Rp. 15 juta.

Baca juga: Penjelasan Kuasa Hukum Pelapor Arya Wedakarna, Ini Kronologinya

Baca juga: 5 Zodiak Ini Memiliki Bakat dan Naluri Bela Diri, Terlihat Santai Namun Selalu Waspada

Baca juga: Dana Hibah Rp.135 Miliar Diperebutkan 1.850 Hotel dan Restoran di Gianyar

Korban dari aksi pencurian ini berjumlah empat orang, yang keseluruhannya merupakan mahasiswa di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.

"Jadi ada beberapa mahasiswa yang kumpul di satu kamar kos. Mereka sebelumnya asyik bermain game online sampai dini hari. Setelah selesai main game, mereka tertidur pulas dan lupa mengunci pintu kamar kosnya. Kesempatan ini kemudian dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengambil seluruh ponsel milik korban," terang Kompol Santika.

Para korban lantas baru menyadari jika ponsel mereka raib digondol maling setelah terbangun dari tidur.

Mereka pun langsung melaporkan kejadian ini di Mapolsek Kota Singaraja.

Berangkat dari laporan tersebut, polisi pun bergegas melakukan penyelidikan di sekitar TKP dengan melibatkan tim cyber.

"Dari hasil penyelidikan akhirnya kami bisa melacak dimana posisi ponsel-ponsel milik korban. Hingga akhirnya diketahui pelaku dari kasus pencurian ini ialah Imam Rafli," jelasnya.

Tersangka Rafli ditangkap di kediamannya, pada Rabu (14/10/2020).

Kepada polisi, Rafli mengaku jika ponsel-ponsel milik korban telah ia jual kepada sejumlah temannya.

Sementara hasil penjualan ponsel, ia gunakan untuk pesta minuman keras.

"Pelaku ini anak broken home. Jadi diperkirakan sudah ada puluhan kos yang dia bobol, dan sudah terjadi sejak lama. Tidak hanya barang elektronik, tabung gas bahkan botol-botol minuman yang ada di kosan pun dia curi, asal menghasilkan uang," katanya.

Akibat perbuatannya, Rafli pun dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama tujuh tahun penjara. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved