Pesan Mahfud MD ke Publik Tetap Jaga Ketertiban & Tidak Anarkistis Menanggapi Pernyataan Macron
Merespon kondisi dan situasi terkini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengimbau semua pihak untuk tidak anarkistis
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Merespon kondisi dan situasi terkini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengimbau semua pihak untuk tidak anarkistis bila ingin menyampaikan pendapatnya terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Mahfud MD menyebut, pernyataan Presiden Joko Widodo sudah merupakan seruan tegas kepada seluruh umat beragama agar menjaga persatuan dan toleransi.
"Untuk menjaga situasi politik dan keamanan di Indonesia, kami dari pemerintah menyerukan setiap upaya mengekspresikan atau menyatakan pendapat terkait dengan pernyataan Presiden Perancis itu supaya dilakukan dengan tertib, tidak merusak," ujar Mahfud dikutip dari siaran pers daring yang ditayangkan kanal YouTube resmi Biro Kepresidenan, Sabtu (31/10/2020).
Menurut Mafhud, apabila masyarakat ingin menyampaikan pendapat, bisa dilakukan lewat medium yang tersedia.
Baca juga: Sosok Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Termuda yang Nikahi Guru Berusia 67 Tahun
Baca juga: Khabib Nurmagomedov Kutuk Keras Penerbitan Karikatur Nabi Muhammad di Prancis
Baca juga: Kronologi Pria Misterius Serang Gereja di Prancis dengan Pisau, Nasib Pilu Dialami Wanita Ini
Dia mengingatkan, tidak ada fasilitas yang boleh dirusak atau diperlakukan secara anarkistis.
"Karena Indonesia ini tidak ada satu institusi atau orang atau siapa pun yang harus dianggap ikut bertanggung jawab dengan pernyataan Presiden Macron," kata Mahfud.
"Dipersilakan kalau mau mengajukan aspirasi, menyatakan pendapat, menyampaikan kritik. Tapi sampaikan dengan tertib dan tidak melanggar hukum," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengecam pernyataan Presiden Perancis, Emmanuel Macron yang dinilai menghina umat Islam.
"Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Perancis yang menghina agama Islam yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," tuturnya.
Menurut Jokowi, pernyataan Macron dapat memecah belah persatuan antar-umat beragama di dunia.
Padahal, saat ini dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi Covid-19.
Jokowi melanjutkan, kebebasan berekspresi yang menciderai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan.
"Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme adalah sebuah kesalahan besar. Terorisme adalah terorisme," tutur Jokowi.
"Teroris adalah teroris. Teroris tidak ada hubungannya dengan agama apa pun," kata dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahfud Minta Masyarakat Tak Anarkistis Tanggapi Pernyataan Presiden Perancis"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/menkopolhukam-mahfud-md-di-pendopo-kabupaten-probolinggo-jalan-ahmad-yani.jpg)