Breaking News:

Volume Resi Gudang Kopi Tumbuh 215 Persen

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) merilis pertumbuhan Resi Gudang Kopi sampai dengan Kuartal III tahun 2020.

Istimewa
Kliring Berjangka Indonesia (Persero) merilis pertumbuhan Resi Gudang Kopi sampai dengan Kuartal III tahun 2020 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) merilis pertumbuhan Resi Gudang Kopi sampai dengan Kuartal III tahun 2020.

Data dari BUMN yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang ini menyebutkan, di tahun 2020 pemanfaatan Resi Gudang Kopi mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.

Untuk periode sampai dengan Kuartal III, terjadi pertumbuhan volume sebesar 215 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, yaitu dari 160.000 kg sampai dengan kuartal III 2019 menjadi 503.480 kg di kuartal III 2020.

Dari sisi nilai pembiayaan, sampai dengan kuartal III 2020 juga terjadi pertumbuhan yang signifikan, yaitu sebesar 134 persen.

Baca juga: Yabes Tanuri: Bali United Tidak Bubar

Baca juga: Mantan Menkes Siti Fadilah Bebas, Ini Perjalanan Kasus yang Membuatnya Dibui 4 Tahun

Baca juga: Terlihat Cuek 5 Zodiak Ini Diam-Diam Sangat Perhatian, Aries Terlihat Cool padahal Menahan Khawatir

Nilai pembiayaan Resi Gudang Kopi sampai dengan kuartal III 2020 sebesar Rp. 19.536.500.000,- meningkat dari Rp. 8.340.000.000,- dalam periode yang sama di tahun 2019.

Sedangkan dari sisi jumlah Resi Gudang yang diterbitkan, sampai dengan kuartal III 2020 telah diterbitkan Resi Gudang sebanyak 26, meningkat 225 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 dengan jumlah penerbitan sebanyak 8 Resi Gudang.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi mengatakan, pertumbuhan Resi Gudang Kopi sampai dengan Kuartal III 2020 ini membuktikan bahwa Resi Gudang makin diminati oleh para pemilik komoditas.

"Ini tentu sejalan dengan apa yang menjadi harapan pemerintah, dimana para pemilik komoditas diharapkan memanfaatkan Resi Gudang sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga. Karena kita lihat, dampak dari pandemi Covid-19 cukup memberikan pengaruh terhadap harga komoditas kopi," ujar Fajar Wibhiyadi.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyebutkan terjadinya penurunan harga biji kopi selama tahun 2020, dari Rp. 68.000, menjadi Rp. 26.000.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved