Kapolres Bangli Akui Ada Peningkatan Kesadaran Prokes
Kapolres menjelaskan, kegiatan pengamanan dimulai pada hari Rabu (28/10) hingga Minggu (1/11)
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan menilai ada peningkatan kesadaran wisatawan untuk menerapkan protokol kesahatan.
Hal tersebut didapati berdasarkan hasil pengamanan masa libur panjang di daerah tempat wisata selama lima hari.
Kapolres menjelaskan, kegiatan pengamanan dimulai pada hari Rabu (28/10) hingga Minggu (1/11).
Kegiatan ini melibatkan instansi gabungan baik TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan , Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan dengan fokus ke daerah-daerah wisata.
“Tujuannya untuk menjaga protokol kesehatan di tempat-tempat wisata. Cara bertindaknya, tim gabungan melakukan pengamanan dan pengaturan di tempat wisata. Disamping juga menerapkan protokol kesehatan yang benar,” jelasnya, Minggu (1/11).
Bedasarkan data selama lima hari pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 102 pelanggar.
60 orang diantaranya mendapatkan teguran lisan, 34 orang mendapatkan teguran fisik, tiga orang mendapatkan saksi sosial, dua orang dikenai sanksi denda, dan tiga orang dikenai sanksi rapid test.
Terkait tes rapid, imbuh Kapolres, ini merupakan cara pihaknya bagi yang melanggar protokol kesehatan khususnya dari luar Bangli.
Misalnya bagi wisatawan yang tidak menggunakan masker, oleh tim gabungan yang bersangkutan langsung dipinggirkan untuk dilakukan tes rapid.
Ia menegaskan cara demikian juga banyak dilakukan pada daerah-derah lain. Seperti sejumlah wilayah di Jawa.
“Jadi kita untuk antisipasi bagi yang melanggar protokol kesehatan ini, ada dibuatkan posko sendiri langsung di melaksanakan rapid. Selain ada yang didenda, ada yang ditindak fisik, teguran tertulis, dan sebagainya. Teguran itu banyak, sesuai dengan peraturan gubernur 46 maupun peratuan bupati 39,” jalasnya.
Menurut Kapolres, dalam kegiatan selama lima hari tersebut tingkat kesadaran masyarakat maupun wisatawan lebih baik dari sebelumnya.
Walaupun diakui masih ada wisatawan yang tidak menggunakan masker.
“Sekarang sudah cukup bagus kok. Katakanlah dari 50 rombongan, yang tidak menggunakan masker hanya satu atau dua orang saja. Tentunya ini ada peningkatan yang signifikan lah. Hasil rapid itu semuanya juga non reakitf,” ucap dia.
Mantan Kapolres Mappi, Papua itu mengakui untuk penggunaan masker, masyarakat rata-rata sudah tau dan sudah sadar.
Namun yang masih perlu ditingkatkan adalah kesadaran jaga jarak (social distancing).
“Sekarang kita berupaya meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan jaga jarak. Karenanya kita mengimbau pada masyarakat, selain penting untuk selalu menggunakan masker kemanapun. Juga penting menjaga jarak saat berada di tempat keramaian,” tandasnya. (mer)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/prokes-bangli.jpg)