Thai Airways Bangkrut dan Jual 34 Pesawatnya
Maskapai Thai Airways International bangkrut. Akibatnya, perusahaan tersebut menjual sebanyak 34 pesawat komersil milik mereka.
Gorengan yang dijual Thai Airways cukup populer bagi masyarakat Thailand, khususnya di Bangkok.
Perusahaan ini memanfaatkan aset kateringnya untuk memproduksi gorengan yang diberi nama Patong-go tersebut.
Untuk penjualannya, selain menyewa tempat di berbagai lokasi strategis, Thai Airways juga memanfaatkan aset-aset propertinya seperti kantor di berbagai sudut kota untuk lokasi berjualan.
Setiap orang, orang-orang rela mengantre untuk membeli Patong-go sejak dibuka mulai pagi hari.
Dikutip dari Bangkok Post, setiap kotak dijual seharga 50 baht (Rp 23.600) yang berisi tiga gorengan dan sebungkus saus celup yang terbuat dari ubi ungu dan telur custard.
Beberapa lokasi penjualannya antara lain toko roti Puff & Pie di pasar Or Tor Kor, di kantor pusatnya di distrik Chatuchak, gedung Rak Khun Tao Fa, gedung Thai Catering di distrik Don Muang, serta kantor cabang Thai Airways di Silom.
Thai Airways tak hanya menjual gorengan, lini bisnis kateringnya juga dimanfaatkan untuk menjual roti.
Perusahaan juga menyulap restoran menjadi kabin pesawat kelas satu.
Untuk membangun suasana, restoran itu dilengkapi dengan kursi yang nyaman dan awak kabin yang perhatian. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bangkrut, Thai Arways Jual 34 Pesawatnya" dan "Kiat Maskapai Bertahan Saat Pandemi: Thai Airways Jualan Gorengan, AirAsia Bisnis Akikah"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pesawat-jenis-a-330-300-thai-airways.jpg)