Minta Ketegasan Sikap Soal Aliran Hare Krisna, PHDI Bali Kembali Bersurat ke PHDI Pusat

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali kembali mengirimkan surat kepada PHDI pusat terkait aliran Hare Krisna (ISKCON) di Bali.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana 

Namun, respon PHDI Pusat bisa dikatakan lambat.

"Agustus (kita mengirim suratnya). Agustus sudah lama itu. Paling lambatlah dua bulan (seharusnya). Ini sudah tiga bulan. Ini supaya direspon sehingga masyarakat jadi terang bagaimana sikap dari PHDI pusat," pintanya.

Selain mengirimkan surat, Prof Sudiana mengaku juga telah melakukan upaya-upaya lain agar PHDI pusat segera menentukan sikap terhadap keberadaan ISKCON/Hare Krisna sehingga umat tidak menunggu terlalu lama.

Baca juga: Bade Bawa Jenazah Roboh, Apa yang Perlu Dilakukan Pihak Keluarga Almarhum Menurut PHDI?

Akan tetapi, usaha-usaha lain ini sifatnya lebih personal dan tidak bisa untuk mengambil keputusan.

"Karena kita di Bali juga tidak bisa mengambil keputusan. Kalau Bali memang bisa mengambil keputusan ya sudah ada keputusan. Jadi etika organisasi tetap harus kita jalankan, supaya enggak salah," kata dia.

Prof Sudiana pun mengaku tidak tahu apa yang menjadi penyebab sehingga PHDI pusat cukup lama mengambil keputusan terkait keberadaan ISKCON/ Hare Krisna ini.

"Nika yang tiyang tidak tahu kenapa. Karena kita juga di Bali tidak tahu masalahnya apa. Makanya kita bersurat karena tidak tahu. Artinya belum mendapat informasi secara terbuka," jelasnya.

Meski belum ada kejelasan, Prof Sudiana mengaku bakal terus berkomunikasi dengan PHDI pusat agar segera mengambil keputusan terkait polemik ISKCON/ Hare Krisna ini agar apa yang diinginkan masyarakat ada kepastian.

"Kita tunggu saja sambil kita tetap melakukan pendekatan," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved