Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penanganan Covid

Baru 7 Hari Menikah, Pria Ini Bernasib Pilu, Istri Meninggal Disusul 2 Mertuanya

Baru sepekan menggelar pernikahan, seorang pria harus menghadapi kenyataan pahit setelah istrinya berinisial LD (28) meninggal dunia.

Tayang:
Editor: Ady Sucipto
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol COVID-19 tersisa 1.069 lubang makam, dan diperkirakan akan habis pada bulan Oktober apabila kasus kematian akibat COVID-19 terus meningkat. 

TRIBUN-BALI.COM- Baru sepekan menggelar pernikahan, seorang pria harus menghadapi kenyataan pahit setelah istrinya berinisial LD (28) meninggal dunia.

Tak hanya itu, kedua mertuanya yang berinisial S (57) dan SD (60) meninggal dunia dengan status positif Covid-19. 

Kisah pilu tersebut terjadi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, hingga ditengarai menjadi klaster baru Covid-19. 

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, keluarga tersebut berasal dari Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Sragen.

Awal peristiwa pilu itu terjadi sejak pernikahan yang dihadiri ratusan orang pada 24 Oktober 2020 lalu.

Dua hari setelah acara, atau pada 26 Oktober 2020, pengantin berinisial LD (28) mengalami sesak napas saat ngunduh mantu di Kabupaten Wonogiri.

Dia dirawat selama seminggu lebih di RSUD dr Moewardi Solo sebelum akhirnya meninggal dunia pada 5 November.

Meski belum diketahui positif Virus Corona atau tidak, sehari ditinggal LD, ibunya berinsial S (57) menyusul tutup usia berstatus positif di RSUD Ngipang Solo.

Bahkan pada 9 November ayahnya yakni SD (60) juga meninggal dunia dengan status positif Virus Corona.

Kepala Desa (Kades) Wonorejo, Edi Subagyo menjelaskan, tiga hari sebelum pernikahannya,LD sempat memeriksakan diri ke dokter karena merasa sesak napas.

Terlebih pernah perjalanan ke Jakarta.

"Terus sama dokternya disuruh opname, tapi dianya tidak mau karena sebentar lagi mau menikah," tuturnya kepada TribunSolo.com, Selasa (10/11/2020).

Ia menyebut, almarhum pengantin perempuan punya riwayat penyakit asma.

Setelah adanya kejadian itu, pemerintah desa tidak melakukan lockdown.

"Biasa saja, tidak lockdown," katanya.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved