Breaking News:

Korsleting Diduga Pemicu Terbakarnya Pick Up di Penebel Tabanan,Semua Bagian Mobil Ludes Dilalap Api

sebuah mobil pick up warna putih mengalami kebakaran yang diduga akibat korsleting kelistrikan mobil tersebut.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa Damkar Tabanan
Suasana penanganan sebuah mobil berwarna putih terbakar di tengah Jalan Jurusan Buruan-Pitra, Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Rabu (11/11/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Lalu lintas di Jalan Umum Juruan Penebel - Tabanan tepatnya di Perbatasan Desa Pitra dengan Desa Buruan termasuk Banjar Dinas Buruan Kaja, Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Tabanan sempat terganggu, Rabu (11/11/2020) sore.

Sebab, sebuah mobil pick up warna putih mengalami kebakaran yang diduga akibat korsleting kelistrikan mobil tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, sekitar pukul 16.40 Wita korban bernama Gusti MS (40) akan pulang dengan mengendarai mobilnya karena telah selesai memasang kanopi di sebuah rumah warga.

Namun, ketika akan mundur memutar menuju jalan raya jurusan Penebel dan sampai di tengah jalan tiba-tiba saja korban melihat percikan api dari bawah kendaraannya.

Baca juga: Jalani Pelimpahan ke Kejari Denpasar Terkait Perkara Narkotik, Dervin Terancam 20 Tahun Penjara

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Tujuh Orang, 5 Pasien Dinyatakan Sembuh

Baca juga: Penerangan Lampu Stadion Dipta Gianyar Bakal Kalahkan Home Base Barcelona, Manchester City & Arsenal

Sontak, korban berasal dari Banjar Penebel Kelod, Desa Penebel tersebut langsung turun dari mobilnya untuk berusaha menangani api tersebut menggunakan air.

Hanya saja, si jago merah justru mengamuk dan melalap seluruh bodi kendaraan tersebut.

Kemungkinan, cepatnya membesar api tersebut disebabkan karena di dalam mobil tersimpan 5 liter bahan bakar minyak dan sebuah jenset yang didalamnya juga terisi bahan bakar.

"Kejadiannya sore, percikan api dilihat korban berasal dari arah bawah kendaraan," ungkap Kapolsek Penebel, AKP I Made Subadi, Rabu (11/11/2020) malam.

Dia melanjutkan, beberapa menit pasca kebakaran tersebut mobil damkar tiba di lokasi untuk memadamkan api.

Setidaknya membutuhkan waktu 30 menit untuk memadamkan api yang sudah melalap seluruh bodi mobil pick up tersebut.

"Astungkara setelah penanganan arus lalulintas sudah kembali normal. Diduga karena adanya korsleting kelistrikan mobil tersebut," katanya.

AKP Subadi menyatakan sangat bersyukur karena tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya saja kerugian material diperkirakan mencapai Rp 25 Juta.

Kemudian untuk mobil sudah dipinggirkan.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved