Sebagai Alternatif dari Pariwisata, Wagub Cok Ace Ingin Genjot Sektor Pertanian di Bali
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengungkapkan, 54 persen Pendapatan Produk Domestik Bruto (PDRB) bersumber
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dikarenakan sangat bergantung dari sektor pariwisata, perekonomian Bali mengalami kontraksi ekonomi paling dalam jika dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengungkapkan, 54 persen Pendapatan Produk Domestik Bruto (PDRB) bersumber dari sektor pariwisata.
Namun di masa pandemi Covid-19, Bali kehilangan devisa hingga Rp 9,7 triliun setiap bulan.
"Bali sangat terpuruk karena ketergantungan pada sektor pariwisata.
Baca juga: Laboratorium PCR di RSUD Klungkung Segera Beroperasi, Mampu Uji 94 Sampel Sehari
VIDEO: Situasi Bali Terkini November 2020, Pantai Berawa Dipadati Pengunjung
Baca juga: Peringati Hari Kesehatan Nasional, Kelurahan Tonja Bagikan 500 Masker, Dinkes Denpasar Sasar 5 Pasar
Baca juga: Kasus Video Syur Mirip Gisel dan Jessica Iskandar Sudah Naik ke Tahap Penyidikan
Sementara daerah lain lebih tahan," kata Cok Ace saat membuka kegiatan Apresiasi dan Evaluasi Kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2019 yang dirangkai dengan Rakorwil TPID Bali Nusra Tahun 2020 di Ballroom The Royal Pitamaha Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (12/11/2020).
Menurut Cok Ace, hal ini perlu dijadikan bahan evaluasi untuk menggenjot sektor alternatif selain pariwisata.
Salah satu sektor alternatif yang menurutnya harus digarap lebih serius adalah pertanian.
Guna menggairahkan sektor pertanian tersebut, ia mendorong adanya pemanfaatan teknologi.
"Penerapan teknologi di bidang pertanian sangat penting untuk menarik minat generasi muda menekuni sektor ini," imbuhnya
Dengan demikian, ke depan Cok Ace berharap sektor pertanian bisa memberi kontribusi yang sama besar dengan pariwisata.
"Jika kedua sektor ini bisa dijadikan lokomotif perekonomian secara imbang, saya yakin kita tak akan menghadapi keterpurukan seperti ini," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan, bahwa perekonomian Bali saat ini menghadapi situasi yang sangat sulit.
Namun, ia menginformasikan pada triwulan III Tahun 2020 mulai ada tanda-tanda pergerakan.