Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Indrayani Trauma Jadi Korban Perampokan Bersenjata di SPBU Benoa, Ini Ceritanya 

Saat ini Indrayani dan temannya sudah kembali bekerja seperti biasa, namun rasa waswas masih menghantuinya.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Eviera Paramita Sandi
Capture YouTube Tribun Bali
Cerita perempuan penjaga SPBU di Benoa, Denpasar, Bali saat terjadi perampokan dan penodongan pada Rabu (11/11/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Indrayani, salah seorang pegawai SPBU Benoa, mengaku trauma setelah menjadi korban aksi penodongan diduga menggunakan senjata api disertai perampokan oleh pria beratribut ojek online.

Indrayani masih tidak menyangka kejadian itu menimpa dirinya bersama kedua rekannya yang sedang bertugas. Bahkan aksi pelaku yang membawa senjata api bisa mengancam nyawa ketiga penjaga SPBU perempuan itu.

"Selama ini belum pernah mengalami, Baru kali ini mengalami kejadian seperti ini. Kalau ditanya trauma ya saya trauma sekali, tidak menyangka," ungkap Indrayani saat ditemui Tribun Bali di SPBU Benoa, Kamis (12/11/2020).

Meskipun tidak mengalami luka-luka, Indrayani dan kedua rekannya tak bisa lepas dari trauma psikis akibat peristiwa yang terekam CCTV milik SPBU tersebut.

Saat ini Indrayani dan temannya sudah kembali bekerja seperti biasa, namun rasa waswas masih menghantuinya.

Aksi perampokan pada Rabu (11/11/2020) siang itu terjadi saat kondisi SPBU tengah sepi.

Tidak ada pelanggan lainnya yang mengisikan bahan bakar selain si pelaku, serta hanya ada Indrayani bersama dua orang rekannya yang sama-sama perempuan.

"Saat itu kondisinya memang lagi sepi," bebernya.

SPBU Benoa ini menempatkan pegawai laki-laki saat malam hari sehingga pada siang hari menempatkan pegawainya mayoritas perempuan. "Laki-laki ada tapi kerjanya malam," terangnya.

Indrayani menuturkan detik-detik kejadian, di mana saat itu pelaku masuk seperti pelanggan SPBU biasa.

Pelaku lalu berhenti di bagian tengah dalam area pom bensin.

Pelaku kemudian turun dari sepeda motor dan langsung menodongkan pistol.

Sembari menodongkan pistol, pelaku berjalan mengarah ke sebuah tas yang berada di lokasi, yang diketahui milik salah satu teman Indrayani. Tas itu kemudian dibawa kabur oleh pelaku.

"Tas itu isinya handphone milik teman saya pegawai bernama Luh Desi Ratnasari, tidak ada isi uang di dalam tas itu," ucapnya.

Setelah mengambil tas itu, pelaku langsung bergegas pergi meninggalkan lokasi menuju pintu keluar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved