Petani Garam di Pesisir Karangdadi Klungkung Mengeluh, Ladang Penggaraman Terus Tergerus Abrasi
Seorang petani garam lokal Kusamba I Ketut Kaping menjelaskan, saat ini pihaknya dan petani garam lokal lainnya tidak bisa lagi maksimal
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Beberapa warga di pesisir Kadangdadi, Desa Kusamba, Klungkung mengeluhkan ladang penggaramannya mereka kian terkikis abrasi.
Terkait hal ini, Dinas PU mengusulkan pembangunan tanggul sepanjang 500 meter.
Hal ini juga untuk mendukung produksi garam beryodium lokal Kusamba.
Seorang petani garam lokal Kusamba I Ketut Kaping menjelaskan, saat ini pihaknya dan petani garam lokal lainnya tidak bisa lagi maksimal dalam memproduksi garam.
Baca juga: Tekan Angka Positif Covid-19 di Klungkung, Penindakan dan Edukasi Protokol Kesehatan Terus Dilakukan
Baca juga: Vanessa Angel Jalani Masa Hukuman Penjara, Begini Kesedihan Gala Sky Berpisah dengan Sang Ibu
Baca juga: Mesut Oezil Kirim Sindiran Halus Usai Jerman Babak Belur 0-6 Dihajar Spanyol
Selain karena kondisi cuaca yang tidak menentu, juga dikarenakan lahan penggaraman warga yang sudah terkikis abrasi parah.
Dirinya yang sebelumnya memiliki lahan penggaraman sekitar 13 are, saat ini hanya tersisa 4 are.
Hal ini juga membuat dirinya tidak lagi mampu memproduksi garam.
" Jika dahulu bisa menghasilkan garam berkualitas bagus sampai 40 kg dengan luasan 13 are.
Saat ini paling banyak hanya mampu memproduksi garam sekitar 7 kg," keluhnya
Sementara itu, Kadis PUPR Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Agung Lesmana mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan permohonan untuk membuat tanggul pengaman pantai ke wilayah Balai Wilayah Sungai Bali Penida.
Panjang tanggul pantai yang diusulkan mencapai 500 meter, di pesisir Pantai Karangdadi untuk melindungi ladang penggaraman warga setempat.
" Terkait realisasinya, kami tentu tunggu dari pihak Balai. Kita hanya mengajukan proposal terkait panjang tanggul yang dimohonkan di Pantai Karangdadi," ungkap AA Lesmana, Rabu (18/11/2020).
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sebelumnya mengatakan, dalam sebulan kebutuhan pasar terhadap garam beryodium lokal Kusamba mencapai 4,5 ton per bulan.
Ini sudah termasuk yang dipasarkan ke swalayan/toko berjejaring, serta pembelian wajib oleh PNS.
" Untuk meningkatkan jumlah produksi garam beryodium Kusamba, saya sudah minta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Klungkung untuk merencanakan pembuatan tanggul pengaman pantai sepanjang 500 meter.
Baca juga: 6 Arti Mimpi Diri Sendiri Meninggal, Mimpi Tenggelam Pertanda Bahaya Mengintai
Baca juga: Ramalan Zodiak Karier Kamis 19 November 2020: Virgo Perubahan Tak Terduga, Scorpio Jangan Mudah Puas
Baca juga: Joan Mir Kepada Marc Marquez: Dia Itu Binatang Buas, Tahun Depan Saya Ingin Bertarung Dengannya
Agar bisa dimanfaatkan sebagai tempat penggaraman para petani lokal," ungkap Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seorang-petani-garam-asal-pesisir-pantai-karangdadi-desa-kusamba-menunjukan-ladang.jpg)