Breaking News:

6 Fakta Sidang Putusan Jerinx, JRX SID Peluk Sejenak Nora Alexandra hingga Hukuman 14 Bulan Penjara

Saya ke Bali karena ada beberapa urusan, tapi ketika berbicara sama Nora, karena kita kan ingin ke Twice Bar, kita ingin melanjutkan bagi-bagi pangan.

Tribun Bali/Putu Candra
Jerinx saat tiba di PN Denpasar, Kamis (19/11/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sidang putusan perkara dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (19/11/2020).

Amar putusan dibacakan di persidangan oleh majelis hakim pimpinan Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi.

Berikut ini fakta-fakta sebelum hingga selesai sidang putusan Jerinx yang dihimpun Tribun-bali.com;

Baca juga: Apa Langkah Jerinx Setelah Divonis 1 Tahun 2 Bulan? Begini Kata Gendo Penasihat Hukumnya

1. Sidang Disiarkan Langsung

Pihak PN Denpasar pun kembali menyiarkan persidangan secara langsung melalui kanal YouTube PN Denpasar

"Pada hari ini, jam 10.00 Wita bertempat di ruang sidang Cakra PN Denpasar dilaksanakan persidangan perkara Jerinx dengan agenda pembacaan putusan dan disiarkan secara langung melalui channel 
https://youtu.be/1wVaOFLuXfM," terang Kepala PN Denpasar, Sobandi. 

Dengan disiarkan secara langsung, kata Sobandi, masyarakat bisa menyaksikan jalannya persidangan tanpa datang ke PN Denpasar

"Masyarakat dipersilahkan menyaksikan persidangan tersebut, baik hadir langsung ke pengadilan maupun melalui YouTube dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19," terangnya.

Baca juga: Raut Wajah Kecewa Jerinx Setelah Divonis & Babak-babak Krusial yang Telah Dilaluinya

2. Jerinx diperciki tirta ibundanya

Tidak banyak komentar yang keluar dari bibir Jerinx  saat tiba di PN Denpasar.

Tiba dengan menggenakan rompi tahanan berwarna oranye dan kedua tangan diborgol, Jerinx  langsung disambut sejumlah teman, sahabat serta kerabat.

Juga istrinya, Nora Alexandra dan ibundanya, Ida Rsi Bujangga. 

Memeluk dan berbincang sejenak dengan istrinya, Jerinx kemudian diperciki air suci (tirta) ibundanya.

Saat ditanyakan terkait jelang sidang putusan, penggebuk drum Superman Is Dead (SID) ini berharap

"Indonesia negara demokrasi. Semoga demokrasi terus hidup," ucapnya singkat. 

Baca juga: Terbukti Bersalah, Jerinx Dijatuhi 14 Bulan Penjara

3. Anji Datang Beri Dukungan

Anji dan Jerinx di PN Denpasar, Kamis (19/11/2020)
Anji dan Jerinx di PN Denpasar, Kamis (19/11/2020) (Tribun Bali/Putu Candra)

Penyanyi sekaligus pegiat media sosial Erdian Aji Prihartanto atau lebih populer dengan nama Anji atau Manji mendatangani PN Denpasar, Kamis (19/11/2020).

Kedatangan Anji ke PN Denpasar guna memberikan dukungan kepada Jerinx

"Saya ke Bali karena ada beberapa urusan, tapi ketika berbicara sama Nora, karena kita kan ingin ke Twice Bar, kita ingin melanjutkan bagi-bagi pangan. Ternyata Nora bilang hari ini adalah sidang terakhir Jerinx. Vonisnya. Jadi kebetulan waktunya pas, saya datang ke sini," jelasnya ditemui sebelum sidang digelar. 

Baca juga: Berikan Dukungan ke Jerinx, Ini Harapan Anji

Anji pun menyatakan, kedatangannya untuk memberikan dukungan kepada suami Nora Alexandra tersebut.

"Saya tidak bisa apa-apa selain memberikan support. Harapannya semoga hukum berlaku adil," harapnya. 

Ia pun menyatakan, dengan adanya perkara ini menjadi sebuah pelajaran kepada siapapun untuk lebih berhati-hati dalam bersikap.

"Kasus ini menjadi banyak pelajaran. Pelajaran buat orang-orang dan juga bagaimana cara kita bersikap supaya kita lebih berhati-hati saja," ucap Anji.

Baca juga: Terbukti Bersalah, Jerinx Dijatuhi 14 Bulan Penjara

4. Hukuman 14 Bulan Penjara

Majelis hakim PN Denpasar menjatuhkan putusan pidana selama 1 tahun dan 2 bulan (14 bulan) penjara terhadap Jerinx.

Penggebuk drum Superman Is Dead ( SID) ini dinyatakan bersalah terkait tindak pidana ujaran kebencian yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Bali.

Demikian disampaikan majelis hakim saat membacakan amar putusan di persidangan, Kamis (19/11/2020). 

Selain pidana badan, jaksa juga menuntut suami Nora Alexandra ini dengan pidana denda sebesar Rp 10 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Baca juga: Antisipasi Kerusuhan Sidang Putusan Jerinx, Kerahkan 240 Personil

Sementara itu dalam amar putusan, majelis hakim bersimpulan, bahwa Jerinx telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu bersadarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Sebagaimana dakwaan alternatif pertama jaksa penuntut, Jerinx dijerat Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 54A ayat (2) UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa terdakwa I Gede Ary Astina alias Jerinx dengan pidana penjara selama satu tahun dan dua bulan dan denda Rp 10 juta subsidair satu bulan kurungan. Dikurangi selama  terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah tetap berada dalam tahanan," tegas Hakim Ketua Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi. 

Baca juga: Bisa Disaksikan Via Youtube PN Denpasar, Ini Link Live Streaming Sidang Putusan Jerinx

5. Pikir-pikir terhadap putusan

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menjatuhkan putusan pidana selama satu tahun dan dua bulan (14 bulan) penjara terhadap I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX).

Terhadap putusan majelis hakim itu, Jerinx kemudian berkoordinasi dengan tim penasihat hukumnya dan menyatakan pikir-pikir.

"Setelah saya diskusi dengan penasihat hukum, kami berfikir terlebih dahulu," jelas Jerinx. Hal senada juga disampaikan tim jaksa penuntut.

Sebelumnya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dikoordinir oleh Jaksa Otong Hendra Rahayu mengajukan tuntutan pidana penjara selama tiga tahun terhadap Jerinx.

Selain pidana badan, jaksa juga menuntut suami Nora Alexandra dengan pidana denda sebesar Rp 10 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Baca juga: Hari Ini Jerinx Hadapi Sidang Putusan, Begini Rekam Jejak Kasus Kacung WHO Hingga Doa Nora

Dalam surat tuntutan yang telah dibacakan di persidangan tim jaksa menyatakan, Jerinx telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Sebagaimana dakwaan alternatif pertama jaksa penuntut, Jerinx dinilai melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 54A ayat (2) UU RI No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca juga: Jelang Hadapi Sidang Putusan Kamis Besok, Begini Harapan Jerinx ke Majelis Hakim

6. Jerinx Kecewa terhadap putusan

Raut wajah Jerinx menyiratkan kekecewaan saat majelis hakim menjatuhkan putusan pidana selama satu tahun dan dua bulan (14 bulan) penjara.

Oleh majelis hakim PN Denpasar dinyatakan bersalah terkait tindak pidana ujaran kebencian yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Bali. 

Ditemui usai sidang, Jerinx didampingi istrinya, Nora Alexandra serta tim penasihat hukumnya enggan memberikan komentar.

Tampak penggebuk drum SID sangat kecewa dengan keputusan majelis hakim.

"Ekspresi Jerinx sudah jelas ya, bahwa Jerinx kecewa dengan putusan ini. Itu sudah jelas," ucap Sugeng Teguh Santoso selaku anggota penasihat hukum Jerinx, Kamis (19/11/2020). 

Baca juga: Jelang Hadapi Sidang Putusan Kamis Besok, Begini Harapan Jerinx ke Majelis Hakim

Terhadap putusan itu, kata Sugeng, tim hukum akan merespon dengan cermat dan untuk itu lah saat di persidangan Jerinx menyampaikan pikir-pikir.

"Tapi kami akan meresponnya dengan cermat. Oleh karena itu tadi Jerinx menyatakan setelah berkonsultasi dengan kami akan menggunakan waktu berpikir 7 hari. Sama seperti jaksa," terangnya. 

"Kami tidak bisa menyampaikan pernyataan lebih lanjut. Tapi ekspresi Jerinx menunjukan kekecewaan atas putusan ini. Tidak ada pernyataan banding atau tidak, selama tujuh hari. Tapi kekecewaan kami atas putusan ini, ada," lanjut Sugeng.

Kembali dijelaskan Sugeng, majelis hakim dalam putusannya mengesampingkan keterangan ahli bahasa yang diajukan tim hukum Jerinx.

"Karena perkara ini berlandaskan pada pertimbangan keterangan ahli. Keterangan ahli, Jiwa Atmaja tidak dipertimbangkan. Banyak keterangan Jiwa Atmaja yang sebetulnya yang bisa menjadi satu dasar untuk membuat putusan lebih baik untuk jerinx," jelasnya. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Kambali
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved