Breaking News:

Seberapa Efektif Penggunaan Sunblock di Bawah Terik Matahari ? Berikut Penjelasannya

Cuaca panas di Bali disebabkan oleh kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa

stockstudio via Kompas.com
Ilustrasi pria menggunakan sunblock 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Cuaca di beberapa wilayah di Indonesia khususnya di Provinsi Bali pada sepekan ini terasa sangat panas. 

Diketahui sebelumnya, cuaca panas di Bali disebabkan oleh kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa dalam perjalanannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator. 

Namun dengan panasnya cuaca di Bali tidak menghentikan aktivitas masyarakat. Terlebih pada siang hari.

Saat ini sebagian masyarakat yang akan beraktivitas di bawah matahari biasanya menggunakan sunblock.

Baca juga: Awas Komplikasi Morning Sickness, Ini Tanda-tandanya

Baca juga: Organda Gianyar Resah, 29 Bus Trans Metro Dewata Akan Masuk Gianyar Pada Akhir Desember 2020

Baca juga: Irjen Pol Fadil Imran Resmi Dilantik Kapolri sebagai Kapolda Metro Hari Ini, Termasuk Kapolda Bali

Sunblock sendiri dapat dikatakan sejenis dengan lotion namun bertindak sebagai pelindung dari panasnya terik matahari. 

Lalu apakah dengan penggunaan sunblock efektif untuk melindungi kulit dari sinar matahari?

Seperti yang dijelaskan oleh dr. I Gusti Nyoman Darmaputra SpKK selaku dokter spesialis kulit dan kelamin mengatakan, penggunaan sunblock yang efektif tergantung pada SPF nya. 

"Penggunaan sunblock yang efektif tergantung pada SPF nya. Jika pada sunblock tersebut jumlah SPF nya 30 maka dapat melindungi kulit 98% dari sinar matahari," kata, dr. Darma pada, Jumat (20/11/2020). 

dr. Darma juga menjelaskan, sebaiknya penggunaan sunblock dilakukan setiap empat jam sekali.

Dan pengunaan sunblock dengan empat jam sekali, tidak akan menimbulkan masalah pada kulit.

Selain itu, dr. Darma menambahkan, bahwa sinar matahari yang bagus untuk kulit adalah dibawah pukul 10.00 pagi. 

"Sinar matahari yang baik untuk kulit adalah sebelum pukul 10.00 pagi. Di atas jam tersebut, tentunya terik sinar matahari tidak baik bagi kulit dan dapat merangsang kanker kulit," tambahnya. 

dr. Darma menyarankan jika beraktivitas dbawah terik matahari terutama pada siang hari, agar menggunakan sunblock serta topi atau payung. (*).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved