Kisah Kekejaman Elizabeth Bathory, Lady Dracula yang Mandi Darah Gadis Demi Awet Muda
Sebagian dari traveler mungkin telah mengenal sosok Vlad III atau yang dikenal sebagai Vlad the Impaler alias Dracula.
Para pelayan yang masih gadis mengalami siksaan mengerikan dengan beberapa anggota tubuh dipotong demi 'penyediaan' darah untuk Bathory.
Menurut catatan sejarah, lebih dari 600 wanita muda meninggal karena Erzsebet.
Korban-korban itu tidak hanya berasal dari kalangan pelayan, tapi juga dari kalangan petani bahkan bangsawan.
Kebal hukum
Ketika 4 wanita bangsawan muda ditemukan tewas terbunuh, sebuah penyelidikan terhadap Bathory dilakukan pada tahun 1610.
Tentu saja Bathory yang dituduh melakukan pembunuhan.
Namun, karena status kerajaannya, Elizabeth Bathory kebal hukum.
Meski begitu, pihak istana yang mengetahui apa yang diperbuat Bathory selama ini pada akhirnya mengurung wanita itu di sebuah ruang kecil di istana.
Hanya sedikit celah yang dibuka untuk menyediakan makanan kepada Bathory.
Di dalam kamar kecil itu, Bathory menghabiskan sisa hidupnya sampai meninggal dunia pada tahun 1614.
Banyak kaki tangan Bathory dihukum mati karena bersalah membantu Bathory membunuh banyak orang namun tidak dengan bangsawan itu karena statusnya membuatnya kebal hukum.
Walau dikenal dengan perbuatan kejamnya, Elizabeth dikenang sebagai salah satu anggota keluarga Bathory yang terbaik karena kecerdasannya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Misteri: Lady Dracula Elizabeth Bathory, Mandi Darah Gadis demi Awet Muda"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-vampir.jpg)