CCAI Fokus Meraih Peluang dan Hasil Terbaik Melalui Adaptasi di Era Kebiasaan Baru

Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Balinusa Operation untuk kesekian kalinya mengadakan kegiatan komunitas.

Tribun Bali/Karsiani Putri
Corporate Affairs Executive Coca-Cola Amatil Indonesia Balinusa Operation, Made Pranata Wibawa Ade Putera dalam acara 'Keberlanjutan di Era Kebiasaan Baru' yang digelar pada Rabu (25/11/2020) bertempat di Bokasi Farm, Jalan Waribang No 27X, Kesiman, Denpasar, Bali  

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-   Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Balinusa Operation untuk kesekian kalinya mengadakan kegiatan komunitas.

Acara yang bertemakan 'Keberlanjutan di Era Kebiasaan Baru' ini digelar pada Rabu (25/11/2020) bertempat di Bokasi Farm, Jalan Waribang No 27X, Kesiman, Denpasar, Bali

Corporate Affairs Executive Coca-Cola Amatil Indonesia Balinusa Operation, Made Pranata Wibawa Ade Putera menyebutkan bahwa dalam kondisi pandemi ini dampak yang cukup signifikan dirasakan di semua lini bisnis. 

Namun, upaya untuk bertahan dalam keadaan dan tetap fokus untuk hasil terbaik terus dilakukan dengan cara beradaptasi dengan perubahan yang sangat dinamis dan mampu melihat peluang dan kesempatan di sekitar.

Baca juga: Korban Terorisme Bom Bali I dan II Direncanakan Terima Kompensasi pada Desember Mendatang

Baca juga: Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Pasar Umum Payangan, 7 Orang Salah Memakai Masker

Baca juga: Sebanyak 3.833 Guru Non PNS di Badung Berpotensi Mendapatkan BLT dari Kemendikbud

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini diperlukan kiat-kiat alternatif yang tepat dan juga solutif dalam membangkitkan kembali kondisi perekonomian Bali yang lebih banyak disumbang dari sektor pariwisata.

Dan dengan dibukanya pintu masuk perjalanan wisatawan domestik tentunya sangat membantu perekonomian Bali untuk bangkit dari mati suri yang terjadi selama delapan bulan belakangan ini.

" Bali sangat mengandalkan sektor pariwisata dan juga pertanian, sehingga ketika terjadi kondisi bencana, ancaman kesulitan, yakni ekonomi hingga keamanan akan dirasakan dan tentunya akan berdampak signifikan terhadap sektor bisnis," ucapnya. 

Menurutnya, pengendalian, penanganan, dan pencegahan terhadap eskalasi Covid-19 juga secara konsisten diupayakan secara maksimal oleh CCAI dalam proses bisnisnya. 

Salah satunya mengenai penerapan protokol kesehatan terhadap karyawan dan hal ini sesuai dengan prinsip bahwa kesehatan karyawan adalah yang paling utama.

Dalam kesempatan tersebut, Made Pranata Wibawa Ade Putera menjelaskan, bahwa dukungan terhadap komunitas di sekitar area operasional juga dilakukan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 diantaranya melalui dukungan penyediaan APD berupa masker, hand sanitizer, hand soap, dan sarung tangan, serta dukungan fasilitas lainnya yang menunjang berjalannya protokol kesehatan seperti sarana tempat cuci tangan.

Berjalannnya protokol kesehatan ini juga berlaku dan terus ditekankan terhadap mitra bisnis CCAI sebagai pendukung dalam keberlangsungan bisnis di tengah era kebiasaan baru ini.

Melalui upaya dan inisiatif berbagai program yang telah dilakukan, diharapkan dapat dijadikan sebagai satu kesatuan platform yang saling mendukung.

"Di tahun mendatang CCAI Balinusa Operation juga telah memiliki garis besar perencanaan kegiatan guna mendukung pengembangan komunitas dan juga lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan itu antara lain, community program seperti kompertisi wirausaha, edukasi ekonomi kreatif, pengembangan kewirausahaan di tingkat pelajar dan mahasiswa," sebutnya.

Lanjutnya, fokus lainnya juga termasuk pelaksanaan event-event komunitas seperti program pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon, clean-up activity, hingga edukasi dan sosialisasi melalui kegiatan webinar.

Saat ini, CCAI juga berpartisipasi dalam mendukung kegiatan seperti penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, juga mendorong penguatan kemandirian dunia usaha dalam penanggulangan kemiskinan di komunitas. 

Dimulai misalnya melakukan kegiatan seminar, webinar, pelatihan dan pendampingan hingga membantu menciptakan peluang pasar untuk meningkatkan siklus pertumbuhan ekonomi.

"Disituasi seperti sekarang ini yang diperlukan oleh masyarakat dan pelaku dunia usaha adalah semangat, optimisme, serta membangun jaringan yang baik. Sehingga dapat memanfaatkan peluang sekecil apapun," ungkapnya. 

Dalam kesempatan yang sama, kegiatan gathering yang berlangsung di Bokashi Farm ini juga diisi dengan sesi workshop Hidroponik yang dipandu oleh Komunitas Pondok Tani.

Made Pranata Wibawa Ade Putera berharap melalui sesi workshop ini dapat bermanfaat sebagai pelatihan dasar dalam proses pengembangan potensi usaha melalui kegiatan hobi bercocok tanam dengan sistem Hidroponik yang makin populer di masyarakat, sekaligus dapat menjadikan kegiatan positif sebagai motivasi dan semangat dalam menghadapi kondisi perekonomian yang masih belum menentu akibat dampak Covid-19. (*).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved