Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pemerintah Mengutuk Pelaku Teror di Sigi, Para Pelaku Sedang Dikejar

Mahfud menyampaikan pemerintah mengutuk keras pelaku dan menyatakan duka kepada korban

Tayang:
KOMPAS.com/Dian Erika
Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Polhukam (Menko Polhukam) Mahfud MD mengutuk keras dan mengejar pelaku pembantaian di Sigi, Sulawesi Tengah.

Dikutip dari Setkab.go.id, Mahfud menyampaikan pemerintah mengutuk keras pelaku dan menyatakan duka kepada korbanterkait pembantaian di Sigi, Minggu (29/11/2020)

"Tentu pemerintah mengutuk keras kepada pelakunya dan menyatakan duka yang mendalam kepada korban dan keluarganya," ucap Mahfud.

Selain itu, Menko Polhukam ini menyebutkan pemerintah akan menindak tegas dan memburu pelaku melalui tim atau satgas Operasi Tinombala.

"Pemerintah akan melakukan tindakan tegas dan memburu pelaku melalui Tim atau Satgas Operasi Tinombala terhadap para pelaku kekejian dan kebengisan pada suatu keluarga yang menyebabkan terbunuhnya empat orang di SigI," ujarnya.

Dalam keterangan persnya ini, Mahfud juga menjelaskan siapa pelaku dibalik pembantaian di Sigi ini.

“Memang pelakunya adalah Mujahidin Indonesia Timur."

"Kelompok Mujahidin Indonesia Timur ini adalah sisa-sisa kelompok Santoso yang sekarang masih tersisa beberapa orang lagi," ucapnya.

"Dan operasi Tinombala atau Satgas Tinombala sedang mengejarnya sekarang,” tambah Mahfud.

Mahfud MD juga menghimbau para pimpinan umat beragama, khususnya di Sulawesi Tengah agar masyarakat tidak terprovokasi.

“Diharapkan oleh Pemerintah kepada seluruh pimpinan umat beragama di Sulawesi Tengah terutama, terus melakukan silaturahim."

"Untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu sara," himbau Menko Polhukam.

Ia juga meluruskan adanya isu dugaan salah satu pembakaran gedung, sebuah gereja di Sigi.

"Karena sebenarnya yang terjadi itu bukan di sebuah gereja, tetapi memang di sebuah tempat yang selama ini secara tidak rutin menjadi tempat pelayanan umat," ujarnya.

Mahfud menegaskan kembali terkait pelaku pembantaian di Sigi dan informasi pemerintah selanjutnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved