Kampanye Virtual: Paket Dana-Dipa Siap Perjuangkan Aspirasi Nelayan hingga UMKM di Karangasem
Sekitar 30 kelompok dari pertanian, nelayan, tenun, anyaman, dan UMKM di Karangasem mengikuti kampanye virtual pasangan Gede Dana - I Wayan Artadipa
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sekitar 30 kelompok dari pertanian, nelayan, tenun, anyaman, dan UMKM di Karangasem mengikuti kampanye virtual
Gede Dana - I Wayan Artadipa, Minggu (29/11/2020), di Sekretariat Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem.
Sejumlah peserta kampanye menyampaikaan aspirasi ke paslon yang diusung PDI Perjuangan dan Hanura.
Satu diantaranya kelompok nelayan dari Tulamben, Kecamatan Kubu.
Para nelayan meminta agar diberikan asuransi untuk nelayan berupa produk hukum. Seperti peraturan tentang nelayan.
"Kita berharap Kabupaten Karangasem memiliki Perda tentang nelayan hingga tempat untuk jual hasil ikan guna mempercepat kesejahteraan masyarakat di pesisir. Jumlah nelayan sekitar Tulamben 60 kelompok," kata kelompok nelayan dari Tulamben, sembari nyatakan siap menangkan paket Dana Dipa.
Hal serupa juga disampaikaan kelompok anyaman Pering Sari, Kecamatan Selat, kelompok dagang di Rendang, serta kelompok tenun di Sidemen.
Mereka menyatakan siap mengawal dan memenangkan pasangan Dana-Dipa. Mereka pun berharap paslon bisa mengakomodir aspirasi kelompok dagang, tenun, anyaman.
Baca juga: Kampanye Virtual, STT se-Karangasem Siap Menangkan Dana-Dipa
Diantaranya mengakomodir permohonan bantuan modal bagi pengrajin, pengembangan produksi hasil kerajinan hingga membantu pemasaran, memfasilitasi kegiatan pelatihan membuat anyaman, dan mendesain kain tenun. Aspirasi ini semata-mata untuk kemajuan para kelompok kerajinan.
Dihadapan para nelayan, pedagang, dan pengrajin, Gede Dana siap melaksanakan jika terpilih nanti.
Aspirasi terkait pangan, sandang, dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial, adat, agama, tradisi, dan budaya, pariwisata, dan tenagakerja sudah diserap.
Untuk kelompok nelayan, Dana-Dipa menyatakan sudah menyusun rencana pembangunan zona pelelangan ikan.
Sehingga, saat musim panen tidak lagi ada harga yang terjual murah. Dengan demikian para nelayan tidak merugi. Pemerintah (BUMD) juga diminta untuk memasarkan hasil panen nelayan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kampanye-virtual-pasangan-gede-dana-i-wayan-artadipa-pilbup-karangasem.jpg)