Berita Karangasem
Cegah ISPA, Dinkes Karangasem Perketat Pengawasan Ditengah Isu "Super Flu"
Cegah ISPA, Dinkes Karangasem Perketat Pengawasan Ditengah Isu "Super Flu"
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem memastikan hingga awal Januari 2026 tidak terjadi peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), ditengah merebaknya isu flu jenis Influenza A atau yang dikenal sebagai “super flu”.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, ditengah merebaknya isu "super flu" pihaknya melakukan pengawasan dengan terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans kewaspadaan dini dan respons cepat di seluruh faskes“Kami memantau kondisi kesehatan masyarakat melalui sistem surveilans.
Gejala flu seperti demam, batuk dan pilek terus diawasi, namun sampai saat ini angkanya masih normal, rata-rata hanya satu hingga dua kasus dan tidak ada peningkatan signifikan,” ujarnya, Rabu (7/1/2025).
Baca juga: SELAMAT JALAN Pak HS, Sempat Bangkit Berdiri di Jalan Pulau Saelus Denpasar, Kemudian Meninggal
Ia menegaskan, dari hasil pemantauan yang dilakukan, tidak ditemukan kasus ISPA yang berkembang hingga memerlukan perawatan di rumah sakit. Termasuk menunjukkan tidak adanya komplikasi berat seperti pneumonia atau infeksi paru-paru.
“Dari kasus flu yang kami awasi, tidak ada pasien yang sampai dirawat di rumah sakit. Artinya, tidak sampai ke komplikasi pneumonia,” tegasnya.
Baca juga: Dituding Pungli, Pekerja Jasa Jerambah di Gilimanuk Bali Angkat Bicara, KSPSI Sebut Bukan Paksaan
Dijelaskan pula, pemeriksaan lanjutan melalui uji laboratorium akan dilakukan jika ditemukan gejala yang mengarah ke kondisi berat. Untuk pemeriksaan laboratorium khusus, sampel akan dirujuk ke Surabaya.
“Kalau di puskesmas, pasien dipantau sekitar tiga hari. Jika tidak ada perbaikan atau muncul gejala berat, langsung kami imbau untuk dirujuk ke RSUD,” jelasnya.
Terkait isu super flu H3N2, dr. Putra Pertama menjelaskan, virus tersebut merupakan salah satu varian Influenza A dengan penularan yang relatif cepat, terutama di musim hujan. Gejalanya serupa flu pada umumnya, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam. Pada penderita dengan penyakit penyerta, risiko komplikasi seperti pneumonia bisa meningkat.
“Penularannya melalui droplet atau percikan batuk dan bersin. Karena itu, antisipasinya dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang, selama disiplin menerapkan PHBS, seperti menggunakan masker saat sakit, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga daya tahan tubuh.
“Sampai saat ini di Karangasem tidak ada peningkatan signifikan kasus ISPA maupun pneumonia. Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, yang penting tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat,” ungkapnya. (mit)
| KRONOLOGI Wanita Muda Ulah Pati di Jembatan Batang Karangasem, Sang Adik Sempat Lakukan Ini |
|
|---|
| 246 Siswa Manggis Bali Belajar Jadi Pemilih Kritis, KPU Soroti Bahaya Hoaks dan Politik Uang |
|
|---|
| PESAN Bijaksana Memimpin Karangasem, Orangtua Wabup Guru Pandu Berpulang |
|
|---|
| Orangtua Wabup Guru Pandu Berpulang, Sempat Pesankan Ini Setelah Anaknya Terpilih Jadi Wakil Bupati |
|
|---|
| Sumatra Soroti Ketergantungan Pertambangan MBLB di Karangasem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Dinkes-Sebut-Belum-Ada-Laporan-Kasus-Super-Flu-di-Bali-Gejalanya-Seperti-Pilek-Biasa.jpg)