Breaking News:

Pemain Spanyol Dapat Ancaman Pembunuhan karena Enggan Beri Penghormatan kepada Maradona

Diego Maradona (60) meninggal dunia 25 November 2020 setelah mengalami serangan jantung.

Diego Maradona dan mendiang pemimpin besar Kuba, Fidel Castro 

TRIBUN-BALI.COM - Paula Dapena, pesepak bola divisi tiga sepak bola putri Soanyol yang bermain untuk klub Viajes InterRias FF, mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan karena tak mau memberikan penghormatan kepada mendiang legenda Argentina Diego Maradona.

Menjelang pertandingan persahabatan yang berlangsung Sabtu (28/11/2020) melawan Deportivo La Coruna, semua pemain, kecuali Dapena, mengelilingi tengah lapangan untuk hening satu menit demi mengenang Maradona.

Diego Maradona (60) meninggal dunia 25 November 2020 setelah mengalami serangan jantung. Dapena duduk bersila sambil menghadap ke belakang sebagai unjuk protes.

Baca juga: 4 Zodiak Ini Selalu Ketahuan Saat Naksir Seseorang, Sagitarius Ekspresif, Leo Caper

Baca juga: Gejala Umum Covid-19 Yang Paling Sering Terdeteksi Kini Bukan Batuk Kering tapi Anosmia, Apa Itu?

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Positif Covid-19, Begini Penjelasan Kondisinya Saat Ini

"Bukan hanya saya yang dilecehkan di media sosial tetapi juga rekan-rekan satu tim saya," kata Paula Dapena dalam laman ESPN.

"Kami juga mendapatkan ancaman mati dan pesan-pesan seperti 'Saya akan cari rumah dan alamat kamu, mendatangi kamu dan mematahkan kakimu.'"

Diego Maradona meninggal dunia pada Hari Anti Kekerasan terhadap Wanita Internasional.

Pada 2014 Maradona pernah muncul di video yang berisi pernyataannya soal tuduhan telah melakukan KDRT kepada istrinya Oliva.

"Saya ambil telepon tetapi sumpah saya belum pernah memukul wanita. Peristiwa itu berakhir seketika. Saya angkat telepon tapi tak terjadi apa-apa," kata Maradona saat itu.

Paula Dapena, yang juga seorang guru menyatakan akan ironis jika orang mengabaikan masa lalu Diego Maradona.

"Kelihatannya hipokrit melakukan hening satu menit demi Maradona yang sudah dikenal tukang mengkerasi, dan tidak melakukan (hening sejenak) demi para korban kekerasan terhadap wanita," sambung dia.

Paula Dapena mengaku kaget cuma dia pesepak bola putri yang tak mau menghormati Maradona.

"Melakukan hening satu menit guna menghormati dia adalah menyalahi nilai-nilai saya," demikan Paula Dapena.

Sumber: antaranews.com

Editor: DionDBPutra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved