Corona di Bali

Ribuan Pelaku UMKM dan Pedagang di Badung Diharapkan Bisa Pulihkan Ekonomi dengan Cara Taat Prokes

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan mampu mendongkrak ekonomi di kabupaten Badung.

istimewa
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan I Made Widiana saat membuka Sosialisasi Penerapan Prokes bagi pelaku UMKM di Balangan Hall Inna Kuta Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, Selasa (1/12/2020) 

TRIBUN-BALI.COM ,MANGUPURA -  Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) diharapkan mampu mendongkrak ekonomi di kabupaten Badung.

Pasalnya di tengah pandemi ini, ekonomi di Bali khususnya Badung mengalami kelumpuhan yang sangat dirasakan oleh masyarakat.

Bahkan menyikapi hak tersebut, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung  melaksanakan kegiatan sosialisasi penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) kepada ribuan UMKM, Pedagang di Objek Wisata dan Pengelola Koperasi yang ada di Badung.

Setidaknya ada sebanyak sebanyak 1.100 orang UMKM,  Pedagang di obyek wisata sebanyak 1.199 orang serta pengurus dan pengelola koperasi 240 orang yang diberikan pemahaman akan prokes tersebut.

Baca juga: Bek Bali United Leonard Tupamahu Tiap Hari Latihan Fisik, Fun Game Satu hingga Dua Kali Seminggu

Baca juga: Tabrak Truk Parkir, Pemuda Asal Lampung Tewas di By Pass IB Mantra Klungkung

Baca juga: Update Covid-19 Denpasar, 1 Desember 2020: Kasus Positif Bertambah 25 Orang, Sembuh 19 Orang

Sehingga jika wisatawan bisa kembali berlibur, sudah dipastikan UMKM maupun pedagang sudah menerapkan prokes dengan baik.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung I Made Widiana mengatakan pandemi Covid-19 membawa dampak yang sangat hebat dalam kehidupan manusia yang hampir dirasakan oleh seluruh belahan dunia. .

Tidak saja berdampak bagi kehidupan sehari- hari namun juga terasa pada sektor-sektor yang lain, termasuk ekonomi di dalamnya.

"Badung yang merupakan daerah tujuan wisata baik lokal maupun mancanegara tentu merasakan hal tersebut mengingat hasil pendapatan daerah Kabupaten Badung hampir 80 % dari pajak hotel dan restoran," katanya Selasa (1/12/2020).

Pihaknya mengaku kehidupan harus terus berjalan, pariwisata Badung harus bangkit.

Bahkan semua itu menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun masyarakat.

Menurunya penyelenggaraan sosialisasi penerapan protokol kesehatan bagi insan-insan UMKM se-Badung 2020 bertujuan untuk memberikan geliat kehidupan kepada para pelaku dan penggiat pariwisata.

 Karenanya Pemerintah Kabupaten Badung melakukan langkah-langkah cermat dan tepat dengan memberikan ruang dan waktu kepada para penggerak UMKM untuk tetap berkarya dan menghasilkan sesuatu untuk keberlangsungan hidup.

"Uhtuk memberlangsungkan semua itu tentu, harus dengan prokes yang berlaku.Dengan prokes yang ketat diharapkan dapat memutus mata rantai Covid-19 ini," jelasnya

"Dengan sosialisasi prokes ini diharapkan kesadaran para penggerak UMKM untuk bisa menerapkan sehingga seluruh masyarakat yang datang ke Badung merasa aman dan nyaman. Dan mari kita doakan semoga badai pandemi ini cepat berlalu," imbuhnya.

Baca juga: Bule Italia Pingsan di Jalan Imam Bonjol Denpasar, Miliki Riwayat Infeksi Paru-Paru

Baca juga: Irjen Nana Sudjana Tak Lagi Berpeluang Kuat Calon Kapolri, Dinilai Jadi Korban Adanya Kerumunan

Baca juga: Pasukan Kostrad, Marinir, dan Tontaikam Ikut Buru Kelompok Ali Kalora, Ini Penjelasan Boy Rafli Amar

Dijelaskan,  ada sebanyak 1.100  pelaku UMKM se-Badung yang diberikan sosialisasi prokes.

Selain itu  pedagang di obyek wisata 1.199 orang serta pengurus dan pengelola koperasi 240 orang.

"Waktu pelaksanaan mulai hari ini sampai dengan 16 Desember 2020 dengan narasumber dari Dinas Perdagangan dan UMKM, Dinas Kesehatan, DLHK serta BPBD Badung," jelasnya sembari mengatakan bertempat di Balangan Hall Inna Kuta Kecamatan Kuta Kabupaten Badung.

Lanjut dijelaskan, bagi pelaku UMKM ini diharapkan mampu menerapkan program Clean, Health,Safety, Environment (CHSE) dalam menyambut era new normal, mengingat sektor UMKM juga merupakan nafas pendukung Pariwisata di Badung.

 "Setiap pelaku UMKM wajib menerapkan standar prokes dalam program kebersihan, kesehatan, keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan sehingga setiap usaha tetap terjaga agar pembeli/ pedagang merasa nyaman berinteraksi," tungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved