Breaking News:

KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim hingga Pukul 15.30 WIB

Abdul Rozaq telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengurusan dana bantuan provinsi kepada Kabupaten Indramayu

Editor: Kambali
KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor anggota DPRD Jabar Abdul Rozak Muslim di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (3/12/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim di gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (3/12/2020).

Abdul Rozaq telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengurusan dana bantuan provinsi kepada Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017-2019 yang juga melibatkan mantan Bupati Indramayu Supendi.

Para petugas KPK datang sejak pagi hari.

Hingga pukul 15.30 WIB, mereka masih menggeledah ruangan kerjanya di lantai tiga dan ruang Fraksi Golkar.

"Tadi (petugas KPK) dari ruang Pak Rozaq, kemudian sekarang di bawah, di ruang fraksi," ujar salah seorang pegawai.

Baca juga: Penggeledahan di Rumah Dinas Edhy Prabowo, KPK Amankan 8 Sepeda dan Uang Rp 4 Miliar

Baca juga: KPK dan Kejaksaan Agung Terus Awasi Aset Pemprov NTB di Gili Trawangan

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota DPRD Jawa Barat Abdul Rozaq Muslim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengurusan dana bantuan provinsi kepada Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017-2019.

Penetapan Rozaq sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus yang melibatkan mantan Bupati Indramayu Supendi.

"KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan sejak bulan Agustus 2020 dengan menetapkan satu orang tersangka yakni ARM (Abdul Rozaq Muslim)," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers, Senin (16/11/2020).

Karyoto menuturkan, Rozaq diduga menerima uang senilai total Rp 8.582.500.000 dari seorang pihak swasta bernama Carsa AS.

Uang tersebut diberikan karena Rozaq telah membantu Carsa untuk memperoleh sejumlah proyek di Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu.

Baca juga: Luhut Sebut Edhy Prabowo Layaknya Seorang Ksatria, Minta KPK Tak Berlebihan Memeriksanya

Baca juga: Luhut Pandjaitan Jadi Menteri KP Ad Interim setelah Edhy Prabowo Ditangkap KPK dan Jadi Tersangka

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Indramayu Supendi bersama tiga orang lainnya yakni Kepala Dinas PUPR Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Indramayu Wempy Triyono, dan pihak swasta bernama Carsa AS sebagai tersangka.

Dalam kasus tersebut, Supendi, Omarsyah, dan Wempy disebut menerima fee terkait tujuh proyek jalan dari Carsa selaku kontraktor pelaksana proyek. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul KPK Geledah Ruang Kerja Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved