Breaking News:

Sponsored Content

Komang Sanjaya Hadiri Pemlaspasan Patung Banteng, Harapkan Tabanan Kembali Jaya dan Bersatu

Calon Bupati Nomor Urut 1, Dr. I Komang Gede Sanjaya menghadiri acara Pamlaspasan patung banteng di Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Tabanan,

Istimewa
Calon Bupati Nomor Urut 1, Dr. I Komang Gede Sanjaya (dua dari kiri) menghadiri acara Pamlaspasan patung banteng di Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Tabanan, Sabtu (5/12/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Bertepatan dengan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang, Calon Bupati Nomor Urut 1, Dr. I Komang Gede Sanjaya menghadiri acara Pamlaspasan patung banteng di Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Tabanan, Sabtu (5/12/2020).

Momen ini diharapkan akan menjadi kebangkitan spirit laskar banteng di Tabanan kedepannya.

Kelian Banjar Adat Pangkung Prabu, I Wayan Gede Suarsana menceritakan, sebelum dipindah dan dipermak sedemikian rupa, patung banteng ini hanya tergeletak begitu saja alias tak diperhatikan di bawah pohon mangga yang berlokasi di selatan TMP Pancaka Tirta Tabanan banjar setempat.

Hingga akhirnya, Gede Suarsana berinisiatif unruk memindahkan lokasi patung tersebut ke tempat yang lebih baik.

Baca juga: Cerita Menaker Ida Fauziyah Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Sempat Kaget karena Merasa Sehat

Baca juga: Tanpa Menyembelih Hewan, Perusahaan Ini Siap Jual dan Produksi Daging Ayam Buatan di Laboratorium

Baca juga: Putrinya Lebih Pilih Nikita Mirzani Tak Nikah Lagi, Cerai Lagi Cerai Lagi Capek Nggak Sih

 Terlebih lagi patung tersebut sudah ada sejak dahulu atau sekitar tahun 1970-an.

"Jadi patung ini saya pindahkan karena banyak masyarakat yang saya anggap mengerti spiritual mengatakan patung ini mempunyai kekuatan magis yang sangat kuat.

Karena patung ini seperti terbuang kita berinisiatif pindahkan ke tempat yang semestinya.

Dengan harapan bisa menjaga keamanan banjar titiang secara niskala dan juga ingin menjaga kembali kelestarian daripada peninggalan Bung Karno sesuai cerita dari orang tua saya karena dulu Bung Karno yang meresmikannya," kata Suarsana usai acara.

Dia melanjutkan ceritanya, para tetua di Banjar Pangkung Prabu, ada cerita unik saat Patung Banteng itu dipindahkan dari pintu gerbang TMP Pancaka Tirta.

Konon, saat itu dua mobil derek tidak bisa mengangkat Patung Banteng itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved