UTD PMI Provinsi Bali Penuhi Permintaan Darah Hingga 100 Kantong Per Hari
Pada bulan April dan Mei persediaan darah di PMI Provinsi Bali mengalami penurunan
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebelum virus Covid-19 menyerang, UTD PMI Provinsi Bali dapat memenuhi kebutuhan darah masyarakat hingga sebanyak 90%.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UTD PMI Provinsi Bali, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, MKes, Sabtu (5/12/2020).
Dikarenakan terdapat pandemi Covid-19, pada bulan April dan Mei persediaan darah di PMI Provinsi Bali mengalami penurunan, sehingga PMI hanya dapat memenuhi kebutuhan darah sekitar 51% untuk masyarakat.
"Namun setelah New Normal pada (1/6/2020), tren donor darah mulai meningkat lagi. Dan jika dibandingkan pada bulan Januari hingga November pemenuhan darah di PMI, berada di angka 75%," ungkapnya.
Baca juga: Wadan Pusterad Ajak Babinsa di Bali Berperan Aktif Tanggulangi Covid dan Sukseskan Pilkada Serentak
Baca juga: Termasuk Shio Babi, 6 Shio Ini Kurang Beruntung dalam Keuangan Hari Ini 5 Desember 2020
Baca juga: Ini Jadwal Belajar dari Rumah 5 Desember 2020 di TVRI, Akan Ada Acara Seri Animasi Si Unyil
dr. Patra menambahkan, sebenarnya tren bergerak akan pemenuhan kebutuhan darah ada, hal tersebut dikarenakan pihaknya telah mensosialisasikan bahwa mendonor darah di tengah pandemi Covid-19 aman.
Lalu, pihaknya juga tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dan bagi petugas PMI yang akan bertugas sudah dilakukan rapid test terlebih dahulu.
"Sebenarnya untuk saat ini hanya terdapat perbedaan di pola saja. Seperti jumlah orang yang mengikuti donor di luar gedung yang menurun. Dan demi memenuhi akan kebutuhan masyarakat, pihak PMI Provinsi Bali mengadakan kegiatan donor dengan cara door to door yaitu dengan melakukan kegiatan donor darah dengan 10 orang calon pendonor," tambahnya.
Hal ini tentu berbeda dengan sebelum pandemi.
Sebelum pandemi, biasanya kegiatan door to door ini dilakukan dengan minimal jumlah calon pendonor 50 orang.
Jadi kesimpulannya, tren pemenuhan darah meningkat di bulan April dan Mei, dan UTD PMI Provinsi Bali dapat melakukan pemenuhan sebanyak 51%.
Bahkan sebelum pandemi, dahulu dalam sebulan PMI mendapatkan darah hingga 3.200 kantong darah dalam sebulan dari pendonor.
"Dan setelah bulan Juni dan New Normal dibuka, lalu bulan Agustus, September, pemenuhan darah turun sedikit. Lalu memasuki bulan Oktober dan November sudah menyentuh angka 3.000. Yang artinya frekuensi kegiatan donor darah yang ditambah," terangnya.
Dan di masa pandemi ini permintaan darah sedikit menurun.
Rata-rata permintaan darah dalam sehari 100 hingga 110 kantong darah.
Biasanya sebelum pandemi Covid-19, diatas 120 kantong darah per hari.
Menurunnya permintaan dikarenakan pasien yang belum sepenuhnya berani pergi ke Rumah Sakit. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kegiatan-donor-darah-di-banjar-tegeh-sari-tonja-denpasar-utara.jpg)