Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dua Hari Berturut, Dua Kasus Bunuh Diri Terjadi di Gianyar

Kasus bunuh diri terjadi dua hari berturut di Kabupaten Gianyar. Diduga kedua kasus ini dipicu permasalahan keluarga.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Widyartha Suryawan
Gambar oleh Tammy Cuff dari Pixabay
Foto ilustrasi gantung diri 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kasus bunuh diri terjadi dua hari berturut di Kabupaten Gianyar. Diduga kedua kasus ini dipicu permasalahan keluarga.

Kasus pertama terjadi di Kecamatan Payangan, Minggu (6/12/2020). Kemudian, kasus kedua terjadi Senin (7/12/2020) di Sukawati.

Pihak kepolisian kedua polsek telah melakukan penyelidikan, dan menyebutkan kematian kedua korban disebabkan karena bunuh diri.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Bali, Senin (7/12/2020), kasus pertama terjadi di Banjar Peneca, Desa Melinggih, Payangan.

Korban merupakan ES (29), ia merupakan seorang perempuan kelahiran Peneca namun telah menikah ke Tabanan dan tinggal di Badung.

Sebelum ditemukan tewas oleh orangtuanya, ES sempat berpamitan pada suaminya untuk pulang ke rumah orangtuanya.

Saat itu, suami korban mengatakan akan menyusul bersama orangtua dan keluarganya untuk membicarakan permasalahan mereka pada keluarga korban. 

Namun saat korban tiba di rumah orangtuanya di Payangan, iapun sempat masuk ke dalam kamar yang berada di lantai dua.

Ketika ayahnya hendak menengok anaknya, korban telah ditemukan gantung diri menggunakan selendang yang diikat di kusen jendela. 

Baca juga: Selebgram Bali yang Lompat dari Lantai 4 Diaben Hari Ini, Sempat Minta Izin Mau Menikah

Kapolsek Payangan, AKP I Made Tama membenarkan kejadian tersebut.

Kata dia, saat ini jenazah korban sudah dipulangkan ke Tabanan.

"Korbannya dari Penebel, Tabanan, dan kemarin korban sudah langsung dibawa oleh pihak keluarga langsung ke Tabanan," ujarnya.

Sementara di Sukawati, korban APC (50) ditemukan tewas menggantung di gudang belakang rumahnya di Banjar Tebuana, Desa/Kecamatan Sukawati, Senin (7/12/2020).

Diduga korban bunuh diri setelah cekcok dengan istrinya pada malam sebelum kejadian.

Kasus bunuh diri ini diketahui ketika tetangga korban, Vandra Handoko mendengar suara tangisan dan meminta tolong yang berasal dari rumah korban.

Baca juga: Vespa Sprint Hilang Kendali, Ini Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pria Asal Banyuwangi di Denpasar

Handoko lantas menurunkan tubuh korban yang terlilit tali kabel dan hendak memberikan pertolongan.

Namun lantaran nyawa korban tak bisa tertolong, iapun langsung menghubungi Polsek Sukawati. 

Kanit Reskrim Polsek Sukawati, IPTU Anak Agung Alit Sudarma mengatakan, setelah menerima laporan itu, pihaknya langsung mendatangi TKP dan melakukan olah TKP.

"Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Sukawati, terdapat luka lebam di leher korban dan diperkirakan meninggal 2 jam sebelum ditemukan," ujarnya seizin kapolsek.

Menurut saksi mata, kata dia, malam sebelum kejadian mendengar korban cekcok dengan istrinya namun tidak mengetahui penyebabnya.

"Istri korban menerima kematian korban, dan menganggap kejadian itu murni sebagai musibah," tandasnya.

Kontak bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia berikut ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved