Breaking News:

Sponsored Content

Inovasi BNN Kota Denpasar Gandeng Desa Adat Mampu Signifikan Tekan Kasus Narkoba di Kota Denpasar

BNN Kota Denpasar terus melakukan berbagai upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kepala BNN Kota Denpasar, Sang Gede Sukawiyasa, SIP., MM saat menggelar rilis akhir tahun di Kantor BNN Denpasar, Jalan Melati Nomor 21, Kota Denpasar, Bali, pada Selasa (8/12/2020). 

Sukawiyasa menerangkan, berdasarkan data BNN dan Polresta Denpasar, di sepanjang tahun 2020 berjumlah 231 kasus narkoba.

Untuk wilayah Kota Denpasar, kasus narkoba di dominasi wilayah Denpasar Selatan dan Denpasar Barat.

"Kerawanan ada di Densel ada 95 kasus dan Denbar ada 91 kasus, sisanya di tempat lain," tuturnya.

Lanjut dia, Densel dan Denbar telah melakukan upaya pencegahan bekerja sama dengan masyarakat, Dinas dan Desa Adat melaunching agen pemulihan, Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Desa Pemecutan Kelod menjadi salah satu desa binaan dalam program IBM sebagai bagian dari upaya mengedepankan kearifan lokal dengan menggandeng majelis Desa Adat, Bendesa Adat dan Dinas terkait Desa Adat.

IBM merupakan salah satu program Rehabilitasi Pengguna dan Korban Penyalahgunaan Narkoba dimana dalam pelaksanaannya melibatkan peran aktif anggota masyarakat sebagai Agen Pemulihan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan-pelatihan mengenai rehabilitasi dari BNN Kota Denpasar.

"Contohnya di Pemecutan Klod ada 5 orang agen membantu hulu ke hilir dalam rangka pencegahan memberikan informasi peredaran dan pecandu narkoba, agen ini dibentuk agar pengguna tidak takut melapor ke BNN, diberikan pemahaman bagi pecandu, kita akan berikan rehabilitasi dan penyuluhan gratis," kata dia.

Pria yang juga pernah bertugas di BNN Provinsi Bali dan BNK Gianyar itu memaparkan jumlah turunnya angka kasus narkoba dari tahun 2018 ke tahun 2020, mampu merosot dari angka 60.000 kasus menjadi sisa 15.000 kasus.

"Konsep IBM dan Perarem Desa Adat ini sangat membumi dan efektif mengandung sanksi-sanksi terutama sanksi adat, efektif karena masyarakat taat aturan adat. Sejak adanya Perarem Desa Adat itu kasus menurun signifikan dari 60.000 pengguna sekarang sisa 15.000 pengguna," ujar dia.

Selain itu, saat ini, kata Sukawiyasa, BNN juga tengah mematangkan program Kampus Bersinar dan Sekolah Bersinar termasuk orang yang akan menikah wajib Bersinar alias Bersih dari Narkoba dan memiliki pemahaman akan bahaya narkoba.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved