Ikuti Petunjuk Google Maps dan Tersesat, Remaja Ini Terjebak Cuaca Ekstrem Hingga Tewas Kedinginan
Remaja ini tewas kedinginan usai tersesat akibat mengikuti petunjuk Google Maps dan terjebak cuaca ekstrem
TRIBUN-BALI.COM - Remaja ini tewas kedinginan usai tersesat akibat mengikuti petunjuk Google Maps dan terjebak cuaca ekstrem.
Seorang remaja laki-laki meninggal karena radang dingin parah dalam cuaca -50C.
Peristiwa ini terjadi ketika navigasi satelitnya menyuruhnya belok di Bones Road.
Atau yang dikenal Jalan Tulang di Rusia yang terkenal kejam.
Petunjuk Google Maps mengirim Sergey Ustinov dan temannya Vladislav Istomin, keduanya berusia 18 tahun, ke jalan pintas.
Baca juga: Kisah Ervan, 11 Tahun Hilang di Jakarta, Bertemu Keluarga Setelah Iseng Cari Alamat di Google Maps
Baca juga: Benarkah Google Maps Hapus Palestina dari Peta? Begini Tuduhan dan Penjelasannya
Dimana jalan pintas ini tidak digunakan di wilayah berpenduduk paling dingin di dunia, kata laporan yang mengutip penyelidik polisi.
Remaja ini tidak mengambil tindakan pencegahan untuk kondisi ekstrem.
Mereka dengan cepat membeku ketika radiator mereka rusak oleh paku kayu di jalan lama.
Ustinov ditemukan membeku di dalam Toyota Chaser miliknya.
Sementara temannya secara ajaib masih hidup tetapi menderita hipotermia parah.
Petugas medis mencoba menyelamatkannya dengan lengan dan kakinya sangat beku.
"Kondisinya sangat memprihatinkan.
Kami memperjuangkan hidupnya," kata seorang dokter.
Para remaja itu sedang berkendara dari kota terdingin di dunia Yakutsk ke pelabuhan Magadan.
Jalan raya itu dikenal sebagai Jalan Tulang yang dibangun pada era Josef Stalin oleh tahanan politik.
Baca juga: Dua Bule Kesasar saat Ikuti Google Maps, Masuk ke Dalam Hutan & Jalan Licin di Selumbung Karangasem
Baca juga: Kisah 3 Nelayan Sukabumi Temukan Benda Aneh Mirip Kapal Karam Via Google Maps, Terungkap Fakta Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-pria-menggunakan-google-maps.jpg)