Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berendam di Pantai, Seorang Pria Digigit Buaya Hingga Tangan Nyaris Putus

Seorang pria yang sedang berendam di pantai digigit buaya, bahkan akibat kejadian itu tangannya nyaris putus

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
Pixabay/TeeFarm
Foto ilustrasi buaya. Seorang pria yang sedang berendam di pantai digigit buaya, bahkan akibat kejadian itu tangannya nyaris putus. 

TRIBUN-BALI.COM, PALU - Seorang pria berinisial SHT (51) yang sedang mandi di pinggir pantai untuk terapi air laut kota Palu, Sulawesi Tengah, digigit buaya.

Tangan kanannya nyaris putus dikoyak buaya.

Video kejadian ini viral di media sosial Facebook.

Korban merupakan warga yang tinggal di Jalan Sungai Ogotion, Kecamatan Palu Barat.

Peristiwa itu terjadi Minggu (13/12/2020) pukul 09.20 Wita.

Baca juga: Tragis! Pria Ini Tewas Diterkam Buaya Saat Panen Ikan Bandeng, Anggota Tubuhnya Belum Ditemukan

Baca juga: Serangan Buaya di Bangka Belitung, Zulkifli: Buaya Muncul dan Menerkam Kaki Saya

Humas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Rino Tobing mengatakan, sosialisasi tentang bahaya berada dekat satwa liar terutama buaya sudah dilakukan dengan pemasangan papan maupun berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang ada tentang bahaya konflik satwa.

"Cuma saya heran, mengapa masih banyak yang abai.

Kami tidak hanya pasang papan di sepanjang teluk Palu loh, kami juga sudah memberikan informasi langsung ke masyarakat agar mereka bisa paham," kata Rino, saat dihubungi Kompas.com.

Korban serangan buaya saat ini sudah dilarikan ke RSUD Undara Palu untuk mendapat perawatan.

Kepala Seksi Wilayah Konservasi 1 BKSD Sulteng Haruna sangat prihatin dengan adanya serangan buaya terhadap manusia yang terjadi Minggu pagi.

Pihak BKSDA sudah mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat berada di Sungai Palu dan Pantai Talise.  

"Akhir-akhir ini pantauan kami buaya muara semakin banyak dan cenderung agresif.

Kami belum melakukan monitor apakah populasinya semakin bertambah atau karena adanya penyempitan habitatnya," kata Haruna, saat ditemui di Kantor BKSDA di Jalan Moh Yamin.

Saat ini, pemerintah tengah membuat tanggul laut pasca tsunami 2018 lalu.

Di sisi lain sebagian Sungai Palu juga sudah ditanggul.

Baca juga: Diterkam Buaya Saat Mencari Ikan, Kakak Beradik Tarik-menarik Melawan Buaya

Baca juga: Buaya Terkam Korban saat Menyelam, Kepala dan Lengan Korban Luka Parah Digigit Buaya

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved