Rumah Bedeng Masih Nampak di Eks Galian C,Akan Ditertibkan Jika Proyek Pusat Kebudayaan Bali Dimulai

Beberapa rumah bedeng masih berdiri liar di Eks Galian C Klungkung, Kamis (17/12/2020).

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Beberapa rumah bedeng masih berdiri liar di Eks Galian C Klungkung, Kamis (17/12/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Beberapa rumah bedeng masih berdiri liar di Eks Galian C Klungkung, Kamis (17/12/2020).

Padahal rencananya kawasan itu menjadi lokasi pembangunan Pusat Kebudayaan Bali.

 Jika mega proyek tersebut siap dibangun, Satpol PP pun berencana akan menertibkan bangunan semi permanen tersebut.

Seorang warga yang berjualan di Eks Galian C menjelaskan, rumah bedeng itu sudah berdiri selama bertahun-tahun.

Baca juga: Bawang Putih Bisa Digunakan sebagai Pembasmi Hama Tanaman, Begini Caranya

Baca juga: Mahfud MD Sebut Ada Sekelompok Anak Muda Dilatih untuk Teror Orang Penting

Baca juga: Kiwil Komentari Gugatan Cerai Istri Pertama di Depan Istri Baru: Urusan Ecek-ecek, Gue Kelarin

Mereka semuanya warga yang berasal dari luar daerah, dan menetap di lokasi itu pasca ditutupnya aktivitas penambangan pasir di galian C Gunaksa pada tahun 2012 lalu.

" Dulunya mereka menambang pasir di kawasan ini ( Eks Galian C).

Tapi setelah penambangan pasir ditutup, mereka menetap dengan mendirikan bedeng (bangunan semi permanen)," ujar pedagang yang enggan menyebutkan namanya tersebut.

Menurutnya warga itu mengontrak tanah dengan pemilik lahan di Eks Galian C, sehingga leluasa membangun rumah bedeng atau semi permanen.

Semua rumah tersebut berdinding triplek dan beratap seng, sehingga kawasan itu terkesan kumuh.

" Sekarang warga yang tinggal disana itu bekerja di penimbunan pasir," ungkapnya.

Sementara Kasatpol PP Klungkung I Putu Suarta mengungkapkan, dirinya sudah melakukan pendataan terkait rumah bedeng di Eks Galian C.

" Kami sebelumnya sudah lakukan pendataan

Ada sekitar 20 KK yang tinggal di perumahan bedeng di Eks Galian C tersebut," ujar Suarta.

Terkait hal itu pihaknya pun masih menunggu proses pembebasan lahan usai, serta proyek kawasan Pusat Kebudayaan Bali mulai dibangun.

Baca juga: Polda Metro Jaya Tak Izinkan Aksi 1812 yang Bakal Digelar Simpatisan Rizieq Shihab, Begini Alasannya

Baca juga: Ayah dan Anak Aniaya Pria 48 Tahun hingga Tewas, Ayah Gorok Leher, Anak Cabut Nyawa Korban

Baca juga: Tribun Institute dan Tribunnews Network Apresiasi Prof. Suryani sebagai Local Heroes

" Jika pembebasan lahan sudah dibayarkan dan pembangunan Kawasan Kebudayaan Bali sudah dimulai, mau tidak mau pemukiman bedeng itu kami tertibkan.

Kalau sekarang kan belum bisa, karena mereka ngontrak tanah disana," ungkap Suarta. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved