Pilkada Serentak

Unggul di Pilkada Jembrana 2020, Tamba Datangi Kantor Sekretariat DPD Demokrat Bali Temui Mudarta

pasangan nomor urut 2 yakni, Nengah Tamba-Gede Ngurah Patriana Krisna (Tepat) berhasil unggul di Pilkada tersebut

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Cabup Jembrana, Nengah Tamba (dua dari kanan) langsung datang ke Sekretariat DPD Demokrat Bali, Denpasar, Kamis (17/12/2020). Tamba yang datang sendiri langsung ditemui oleh Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta (tiga dari kanan) dan jajaran Demokrat Bali lainnya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR  – Tahapan demi tahapan Pilkada Jembrana sebentar lagi akan usai.

Salah satunya ialah tahapan rekapitulasi hasil coblosan di seantero Jembrana yang telah dilaksanakan pada 9 Desember 2020 lalu.

Hasilnya, pasangan nomor urut 2 yakni, Nengah Tamba-Gede Ngurah Patriana Krisna (Tepat) berhasil unggul di Pilkada tersebut.

Tepat yang diusung Koalisi Jembrana Maju (KJM) mengungguli paslon petahana nomor urut 1, Made Kembang Hartawan-I Ketut Sugiasa (Bangsa).

Baca juga: Profil Taj Yasin yang Dicalonkan jadi Ketua Umum PPP,Wakil Gubernur Jateng & Putra KH Maimoen Zubair

Baca juga: Mantan Istri Kiwil Meggy Wulandari Ingin Punya Satu Anak Lagi dari Suami Baru

Baca juga: Tips Memasak Ayam Bakar Padang agar Bumbu Meresap sampai ke Tulang

Dari hasil rekapitulasi tersebut, Tepat memperoleh 95.256 suara atau 51,9 persen. Sedangkan rivalnya Bangsa mengantongi 88.329 suara atau 48,1 persen.

Hasil ini membuat Tepat dinyatakan memenangkan Pilkada Jembrana sekaligus membuat langkahnya menuju pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana periode 2020-2025 semakin dekat.

Terkait hal tersebut, Nengah Tamba langsung datang ke Sekretariat DPD Demokrat Bali, Denpasar, Kamis (17/12/2020).

Tamba yang datang sendiri langsung ditemui oleh Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta dan jajaran Demokrat Bali lainnya.

Usai melakukan pertemuan tertutup selama kurang lebih dua jam tersebut, Tamba mengaku pertemuan tersebut sebagai bagian dari sowan ke induk partai yang membesarkan dirinya.

Apalagi, ia mengakui bahwa sebagai kader Demokrat, dirinya diberikan berbagai kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat mulai dari di DPRD Bali sebagai Ketua Komisi III DPRD Bali periode 2014-2019, hingga langkah selanjutnya yakni menjadi Bupati Jembrana 2020-2025.

“Ya, sowan lah ke DPD, sebagai kader. Kita mau ucapkan terima kasih, atas dukungan dan kerja kerasnya di perjuangan kemarin,” katanya usai pertemuan.

Ia juga sempat mengungkap isi pertemuan bersama jajaran Demokrat Bali tersebut.

Tamba menyebut bahwa dirinya diberi pesan untuk menjalankan tugas sebagai bupati nantinya dengan amanah.

“Ya menjadi bupati yang amanah, datar-datar aja lah,” paparnya.

Baca juga: Begini Respon Kapolda Metro Jaya soal Simpatisan Rizieq Shihab Mau Gelar Aksi 1812 di Istana Negara

Baca juga: Viral Polisi Siram Sopir Bus dengan Mikol Sitaan hingga Kuyup, Kapolsek Sebut Itu Berlebihan

Baca juga: HUT Ke-63 Tahun, Pertamina Luncurkan Berbagai Program, Gratis Pertamax hingga Cash Back Rp 250 Ribu

Pun saat disinggung mengenai program apabila telah dilantik. Politikus yang juga Wakil Ketua DPD Demokrat Bali ini mengatakan bahwa pihaknya akan mensosialisasikan visi-misi program kepada seluruh stakeholder di lingkup Pemkab Jembrana.

Dari program utama itu, tentunya juga akan melihat sejauh mana kinerja maupun kemampuan anggaran di masing-masing OPD Pemkab Jembrana, agar sejalan dengan visi-misi programnya.

“Paling sosialisasi program, pembenahan di dalam, itu aja, bagaimana SKPD bisa sinergitas dalam membangun Jembrana,” jelasnya.

Disinggung apakah punya rencana melakukan rotasi pejabat OPD, Ia menjawab secara diplomatis, ia mengaku bahwa hal tersebut memerlukan kajian yang mendalam.

Hanya saja, Tamba menegaskan bahwa pihaknya ingin para pejabat di Pemkab Jembrana dapat menjalankan program sesuai visi ‘Mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia Berlandaskan Tri Hita Karana’ dengan misi  ‘Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana’.

“Itu kan nunggu kajian, belum pasti juga, pokoknya yang top lah,” paparnya.

Program kedua dalam 100 Hari Paket Tepat, menurut Tamba, adalah menyusun regulasi terkait program Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ) Plus, Jembrana Internet (J-Net), dan program-program lain yang membutuhkan payung hukum.

Ketiga, menghitung Indeks Kebahagian Jembrana 2020, sebagai baseline untuk ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.

 Keempat, pendataan siswa dari keluarga miskin dan orang jompo yang tidak mampu.

Kelima, membentuk Dewan Smart City Jembrana dan menyusun Masterplan Jembrana Smart City untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Keenam, pembentukan tim pendampingan hukum bagi pelayan masyarakat. Ketujuh, membuat sistem informasi pengaduan online bagi masyarakat. Kedelapan, pemangkasan pelayanan perizinan.

Di sisi lain, Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta mengatakan bahwa pihaknya mengaku puas dengan berhasil mencatatkan sejarah menelorkan Kepala Daerah Kabupaten Jembrana yang merupakan kader partai berlambang bintang mercy tersebut.

“Tugas parpol menelorkan calon dan mengantar mereka mendaftar ke KPU. Selanjutnya adalah tugas dan kewajiban mereka untuk meraup simpati dan suara dari masyarakat, dan jika terpilih merealisasikan program kerja sesuai visi misi,” kata Mudarta didampingi sejumlah jajaran pengurus Demokrat Bali saat menerima kehadiran Nengah Tamba di Sekretariat DPD Demokrat Bali.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa partainya sebagai pengusung dan pendukung akan mengawal jalannya pemerintahan Tepat ke depan.

Namun, ia mengingatkan bahwa pihaknya akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah.

“Saya atas pribadi dan jajaran pengurus Demokrat Provinsi Bali mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara pemilu, aparat keamanan, tim pemenangan, relawan, pendukung Tamba-Ipat dan khususnya kepada seluruh masyarakat Jembrana atas partisipasinya pada Pilkada yang telah mempercayakan Tamba-Ipat menjalankan amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jembrana,” ucap politisi asal Jembrana ini.

Mudarta juga berpesan kepada Tamba-Ipat agar dapat merealisasikan janji-janji politiknya saat kampanye.

 “Ketika terpilih kan terbalik, rakyatnya menghadap, antreannya panjang, sulit dihubungi, janji-janji program tinggal janji, jangan seperti itu. Nanti kalau sudah dilantik tetap harus melayani masyarakat dan satya wacana, datang ke masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa Demokrat juga tidak akan membebani Tamba dengan berbagai urusan kepartaian.

Ia menginginkan bahwa Tamba dapat fokus 100 persen untuk menjalankan tugasnya di pemerintahan.

“Ya betul kita mewakafkan Pak Tamba untuk masyarakat Jembrana,” terangnya.

Apakah ini bagian langkah ‘memotong’ Tamba menjelang Musda Demokrat yang direncanakan pada Januari 2021 mendatang. Mudarta buru-buru membantahnya, ia mengaku bahwa sebagai seorang yang telah diberi mandat oleh masyarkat Jembrana, pihaknya ingin Tamba berfokus untuk menjalankan pemerintahan.

Seperti diketahui, jelang musda sendiri, disebut-sebut ada tiga kader digadang-gadang sebagai kandidat kuat Ketua DPD Demokrat Bali 2021-2026, untuk menggantikan I Made Mudarta, yakni I Made Sunarta, I Wayan Adnyana, dan I Nengah Tamba.

“Seorang kader ketika sudah dberikan mandat oleh rakyat, diberi kepercayaan 100 persen harus melaksanakan tugas kepartaian, jangan beban untuk partai membuat terganggunya kinerja untuk masyarakat,” paparnya.

Apalagi, Ketua Umum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Mantan Presiden RI ke-6 sekaligus Mantan Ketua Umum DPP Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah berpesan untuk Tamba agar nantinya bekerja secara fokus dalam pemerintahan.

“Ketum Demokrat AHY dan Pak SBY juga menitip pesan khusus agar Tamba-Ipat selalu bekerja sesuai aturan dan perundang-undangan. Jangan jadi bupati yang biasa-biasa saja tapi jadilah bupati yang luar biasa dengan program dan kebijakan yang pro rakyat,” sebut Mudarta. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved