Kasus Covid-19 Meroket di DKI Jakarta, Total 163.111 Kasus, Anies Baswedan Buka Suara
Kasus Covid-19 Meroket di DKI Jakarta, Total 163.111 Kasus, Anies Baswedan Buka Suara
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membenarkan adanya peningkatan kasus covid-19 yang cukup signifikan menjelang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
Dia menyebut, tren peningkatan kasus covid-19 itu sudah terjadi sejak sebulan terakhir.
Bahkan, periode dua pekan terakhir lonjakan kasus Covid-19 mencapai 13,3 persen dengan total kasus tembus angka 163.111.
Dari hasil evaluasi, Anies Baswedan mengatakan, lonjakan kasus tak terlepas dari tingginya mobilitas warga yang keluar masuk Jakarta.
Data dari Facebook Data for Good menunjukan bahwa pada tanggal 8 Desember 2020 atau sehari sebelum Pilkada, ada pergerakan cukup masif masyarakat dari dalam Jabodetabek ke luar.
Hal ini pun berimplikasi pada pergerakan kembali mereka ke Jabodetabek.
"Tanggal 8 Desember 2020 (1 hari sebelum Pilkada) ada pergerakan dari dalam Jabodetabek ke luar Jabodetabek," ucapnya, Senin (21/12/2020).
Lonjakan kasus Covid-19 ini berpotensi kembali meroket saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
Untuk mengantisipasi hal itu, Anies Baswedan menerbitkan Seruan Gubernur (Sergub) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Masyarakat Dalam Pencegahan Covid-19 pada Masa Libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
"Mobilitas penduduk ini akan kami pantau dan dikendalikan agar tak terjadi penularan. Baik orang dari luar ke Jakarta maupun sebaliknya," ujarnya dalam keterangan yang diterima TribunJakarta.com.
Orang nomor satu di DKI ini pun mengimbau seluruh warganya untuk tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar.
"Perlu bagi kita khususnya para keluarga di Jakarta untuk menahan diri tidak melakukan aktivitas liburan ke luar rumah, terlebih keluar dari Jakarta," tuturnya.
Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar penularan Covid-19 bisa segera dikendalikan.
"Jangan sampai liburan yang senangnya mungkin hanya sementara malah membuat orang-orang yang kita sayangi berisiko terpapar Covid-19," kata Anies Baswedan.
Berkaca dari pengalaman sebelumnya, kasus Covid-19 kerap mengalami tren peningkatan setelah adanya libur panjang, seperti pada akhir Oktober dan Agustus lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-dki-jakarta-anies-baswedan-tiba-di-mapolda-metro-jaya.jpg)