KPK Cegah Istri Edhy Prabowo ke Luar Negeri, Ini Pandangan Partai Gerindra
KPK Cegah Istri Edhy Prabowo ke Luar Negeri, Ini Pandangan Partai Gerindra
KPK menduga, di Hawaii, Iis dan Edhy berbelanja sejumlah barang mewah seperti jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton, hingga baju Old Navy dengan nilai total Rp750 juta. Uang itu diduga berasal dari suap izin ekspor benur.
Sementara, Neti merupakan istri dari pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadhy yang juga telah menyandang status tersangka.
PT ACK diduga memonopoli bisnis kargo ekspor benur atas restu Edhy Prabowo dengan tarif Rp1.800 per ekor.
Dalam menjalankan monopoli bisnis kargo tersebut, PT ACK menggunakan PT Perishable Logistics Indonesia (PLI) sebagai operator lapangan pengiriman benur ke luar negeri.
Deden dan Dipo Tjahjo Pranoto yang disebut sebagai pengendali PT PLI juga turut diamankan dan dimintai keterangan oleh tim Satgas KPK.
Namun, setelah dimintai keterangan, keempat orang itu dilepas dengan status sebagai saksi.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gerindra Hormati Keputusan KPK Cegah Istri Edhy Prabowo ke Luar Negeri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/menteri-kelautan-dan-perikanan-edhy-prabowo-didampingi-istri.jpg)