Virus Corona

Soroti Kasus Covid-19 di Inggris, WHO Ungkap Belum Ada Bukti Virus Varian Baru Mematikan

WHO mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempelajari varian virus corona yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Editor: Ady Sucipto
Shutterstock/Alexandros Michailidis
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus 

Pembatasan level tiga membatasi pertemuan, restoran dan bar hanya boleh melayani pesanan yang dibawa pulang, sementara toko masih diperbolehkan dibuka.

Sementara pembatasan level 4 baru mewajibkan toko-toko yang tidak esensial, penata rambut, dan tempat rekreasi dalam ruangan ditutup.

Johnson juga menyatakan rencana pelonggaran pertemuan yang sebelumnya akan dilaksanakan selama lima hari (23-27 Desember) saat Natal dibatalkan untuk area tingkat 4.

Perkumpulan keluarga tidak diperbolehkan kecuali dalam kondisi yang sangat terbatas dan tidak dilakukan di tempat umum.

Selain itu, di seluruh Inggris warga hanya diizinkan melakukan pertemuan saat Natal selama satu hari.

"Dengan sangat berat hati saya harus memberi tahu Anda bahwa kita tidak dapat melanjutkan Natal seperti yang direncanakan," kata Johnson.

”Tidak ada alternatif yang terbuka untuk saya. Orang-orang harus mengorbankan Natal ini agar memiliki kesempatan yang lebih baik untuk melindungi kehidupan orang yang dicintai. Saya tahu seberapa besar emosi orang-orang yang diinvestasikan di sepanjang tahun ini, dan betapa pentingnya bagi kakek nenek untuk melihat cucu mereka. Tetapi ketika virus mengubah metode serangannya, kita harus mengubah metode pertahanan kita," imbuhnya.

Di sisi lain Belanda kini juga melarang semua penerbangan penumpang dari Inggris.

Melansir AFP, larangan itu diberlakukan sejak Minggu (20/12) pukul 6 pagi waktu setempat dan akan diberlakukan hingga 1 Januari 2021.

"Mutasi infeksi virus Covid-19 beredar di Inggris. Dikatakan menyebar lebih mudah dan lebih cepat serta lebih sulit dideteksi," kata kementerian kesehatan Belanda dalam pernyataan resminya.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pada Sabtu (19/12) mengatakan sedang berkoordinasi erat dengan pejabat Inggris terkait varian baru virus corona Covid-19.

"Mereka (para pejabat Inggris) akan terus berbagi info dan hasil analisis serta riset mereka yang sedang berlangsung," kata WHO melalui pernyataan sebagaimana diwartakan Reuters, Minggu (20/12).

"Kami akan memberikan informasi terbaru kepada negara-negara anggota dan publik selama kami mempelajari lebih dalam mengenai karakteristik varian virus ini dan segala implikasinya," lanjut pernyataan itu.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyatakan, mutasi virus corona SARS-CoV-2 merupakan hal yang harus dicermati.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved