Human Interest Story

Kisah Eka Jagger Ingin Rintis Sekolah Bartender, Sudah Raih Prestasi Bartender Tingkat Internasional

Eka Jagger merupakan anak muda Bali yang telah lama berkecimpung dalam dunia bartender dan telah mampu berprestasi di daerah, nasional

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Foto Panitia Denfest ke-13
Eka Jagger dan Gus Hari berbincang bartender pada agenda Denfest ke-13 di Dharma Negara Alaya yang ditayangkan melalui kreativi denpasar, Rabu (23/12/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Eka Darmawan yang akrab disapa Eka Jagger merupakan anak muda Bali yang telah lama berkecimpung dalam dunia bartender dan telah mampu ber prestasi di daerah, nasional hingga internasional.

Ia juga merupakan juara nasional Flair Championship sekaligus top 10 Asia Flair Championship.

Bersama rekannya Gus Hari, ia bercerita dalam creative talk Denpasar Festival ke-13 yang ditayangkan melalui channel kreativi denpasar, Rabu (23/12/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Eka Jagger bercerita tentang perjalanan karirnya bersama Gus Hari yang banyak mendapatkan rintangan.

Baca juga: Adu Ketangkasan Bartender Pada Kompetisi Star Serve 2019 Kembali Hadir di Bali

Dari jam berlatih, hingga kendala pada peralatan bartender.

Pengalaman yang ia dapatkan melalui flair mampu membawanya mencapai titik puncak karir sebagai seorang Flair Bartender yang sudah melakukan show di berbagai negara seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Nepal dan tahun depan dikabarkan akan merambah ke negara-negara bagian Eropa Timur.

“Sebelum masa pandemi melanda hampir di seluruh dunia ini, saya hampir tidak pernah sepi dalam berkegiatan di bartender. Dari show, hingga mengajar hampir rutin dilakukan,” kata Eka.

Saat ini, di masa pandemi Eka melakukan kegiatan di rumah saja yang tentunya tetap berlatih dalam meningkatkan skill.

Bersama Gus Hari ia pun akan berencana merintis sekolah bartender, yang meski saat ini dalam merangkul seni ini baru sebatas komunitas pecinta saja.

“Kedepannya apa yang saya dapat dari seni bartender ini akan saya perluas dan tentunya berbagi ilmu kepada anak muda Bali,” katanya.

Eka Jagger juga mengaku sebelum pandemi memiliki ratusan siswa bartender yang datang dari kawasan Bali hingga dari Eropa untuk menekuni ilmu ini.

“Sehingga dari sini sebuah keingin saya muncul bersama Gus Hari untuk merintis sebuah sekolah bartender. Memang harus ilmu ini kita perluas lagi, dan saya tidak pelit ilmu,” kata Eka Jagger.

Tantangan dalam menekuni ilmu ini adalah harus memiliki ketekunan disamping dukungan alat yang memadai.

Tekun, rajin berlatih saya yakin akan tumbuh terus sebuah inovasi baru dalam seni bartender.

Baca juga: 8 Bartender Dari Bali & Jakarta Perebutkan Gelar Best Bartender of The Year Indonesia

Karena bartender tidak hanya dalam tuang menuang minuman, namun lebih dari itu ada terdapat sebuah seni khusus untuk bisa memiliki gaya dan style tersendiri.

“Tidak asal tuang menuang minuman, tapi juga harus belajar basic untuk mengetahui karakter dari masing-masing minuman,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved