Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Meninggal Dunia Setelah Terpapar Covid-19, Jenazah Kadis Pertanian Denpasar Dikremasi di Bebalang

Kadis Pertanian Ir Gede Ambara Putra meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. Rencananya jenazah almarhum akan dikremasi di Desa Bebalang.

Tayang:
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/I Putu Supartika
Kadis Pertanian Kota Denpasar, Ir Gede Ambara Putra meninggal dunia setelah terpapar Covid-19. Rencananya jenazah almarhum akan dikremasi di Desa Bebalang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Denpasar.

Seorang pejabat terasnya, Kepala Dinas Pertanian Ir Gede Ambara Putra (56) meninggal dunia.

Rencananya jenazah almarhum akan dikremasi di Desa Bebalang, Kabupaten Bangli, Minggu (27/12/2020) besok.

Ambara Putra berpulang pada Jumat (25/12/2020) pagi pukul 05.30 Wita di RSUD Wangaya Denpasar.

Saat ini jenazah almarhum masih dititipkan di RSUD Wangaya.

Baca juga: Sosok Ambara Putra yang Meninggal Terpapar Covid, Pernah Dapat Penghargaan dari Presiden dan Menteri

"Ya benar beliau meninggal pagi tadi pukul 05.30 Wita. Untuk saat ini jenazah beliau masih di RSUD Wangaya dan kami masih menunggu informasi selanjutnya dari pihak keluarga,” kata Plt. Direktur RSUD Wangaya, dr. Dewa Putu Alit Parwita, kepada Tribun Bali, Jumat (25/12/2020). 

Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar, Dewa Gede Rai, mengungkapkan setelah keluarga melakukan perundingan, jenazah almarhum Ambara Putra akan dikremasi di Desa Bebalang, Minggu besok. 

"Rencananya beliau akan dikremasi dan langsung diikuti dengan upacara ngaben pada Minggu (27/12/2020) di Desa Bebalang, Bangli," katanya kepada Tribun Bali, Jumat kemarin. 

Dewa Rai menyatakan, Ambara Putra berpulang dikarenakan memiliki penyakit keluhan di jantung dan paru-paru serta terinfeksi positif Covid-19. 

Baca juga: Keputusan Pembelajaran Tatap Muka di Bali Tunggu Kepastian Kasus Covid-19 Setelah Libur Nataru

"Selain positif Covid-19, beliau memiliki penyakit bawaan yaitu pada jantung dan paru-paru," ujarnya. 

Sebelumnya almarhum telah menjalani rawat inap di RSUD Wangaya hampir dua minggu. Ia masuk rumah sakit pada Senin (7/12/2020).

Pertama kali masuk RSUD Wangaya, Ambara Putra ditempatkan di ruang isolasi biasa.

Seminggu kemudian, Senin (14/12), dipindahkan ke ruang ICU karena kondisinya terus memburuk.

“Beliau dipindahkan ke ruang ICU dikarenakan sesak napas dan agar mendapatkan perawatan lebih intensif,” kata dr Dewa Putu Alit Parwita.

Alit Parwita membenarkan almarhum memiliki penyakit bawaan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved