Tinggal dan Jalan-jalan Pakai Mobil Van Menjadi Tren di Tengah Pandemi
Sejumlah warga di Australia mulai menyukai gaya hidup baru yaitu tinggal dan jalan-jalan memakai mobil van
TRIBUN-BALI.COM - Sejumlah warga di Australia mulai menyukai gaya hidup baru yaitu tinggal dan jalan-jalan memakai mobil van.
Tak hanya untuk jala-jalan ( roadtrip ), mobil van yang mereka kendarai juga menjadi tempat tinggal mereka selama pandemi Covid-19.
Stand-up comedian Matt Watson merupakan seorang di antaranya.
Ketika dia tiba di Australia dari Kanada untuk perjalanan dan tur, malah membuatnya "terjebak" di Aussie karena berbagai kebijakan perjalanan di kala pandemi.
Baca juga: 5 Hobi yang Bisa Dijadikan Pekerjaan, Termasuk Main Game dan Jalan-Jalan
Baca juga: Pernah Mengalami Mimpi Jalan-jalan ke Gunung? Simak Berikut Artinya
"Tujuan saya datang ke Australia adalah untuk melakukan tur di mana-mana, tetapi saat ini, basis saya adalah Melbourne," canda Watson, dikutip dari ABC.
Matt Watson adalah bagian dari komunitas van life yang sedang berkembang di Negeri Kanguru.
Komunitas ini merupakan sebuah gerakan sosial para pelancong, yang mengabaikan ketergantungan pada rumah dan hotel untuk kehidupan di jalan.
Berakar pada tahun 1960-an, gaya hidup yang pernah diserahkan kepada kaum hippies dan gelandangan kini menjadi industri tersendiri.
Gaya hidup ini terdiri dari mereka yang memang ingin tinggal di van, maupun bagi pelancong yang hanya mencari cara baru untuk berlibur.
Pendiri Vanlife Diaries, Jonny Dustow, mengatakan hal ini dipengaruhi pandemi Covid-19 yang tiba-tiba mengubah gaya hidup masyarakat.
Selain adanya dorongan yang meningkat untuk berlibur di rumah, ada minat baru pada kehidupan van.
"Karena Anda tidak bisa bepergian ke luar negeri, kami melihat semakin banyak orang menghiasi kendaraan mereka dengan setidaknya tempat tidur untuk berkemah," kata Dustow.
Ahli listrik dan pembuat kabinet Cam Johnson, yang menjalankan bisnis kecil yang mengonversi van, mengatakan dia telah dibanjiri pekerjaan selama beberapa minggu terakhir.
"Saya pikir semua orang memiliki ide yang sama. Mereka memiliki simpanan uang untuk pergi ke luar negeri dan karena itu bukan lagi pilihan, mereka menggunakan uang itu untuk membuat van," kata Johnson.
"Ini adalah waktu yang sangat sibuk (bagi saya). Jumlah orang yang mampir baru saja dua kali lipat dan banyak van sebenarnya sudah dipesan hingga Februari tahun depan," ujarnya menambahkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mobil-van-klasik.jpg)